Persebaran Fauna di Dunia

2 min read

Persebaran Fauna di Dunia

Keberadaan flora dan fauna di bumi ini sangat beragam dengan persebaran yang tidak merata. Berbagai jenis flora dan fauna dapat ditemui di belahan bumi mana pun. Masing-masing flora dan fauna tersebut ada yang tersebar di beberapa tempat, artinya Anda tidak hanya menemuinya di satu tempat, tetapi bisa Anda temui di tempat lain.

Namun, ada juga flora dan fauna yang hanya Anda temui di salah satu tempat saja, misalnya komodo yang hanya dapat Anda temui di Pulau Komodo, Indonesi, panda yang hanya ditemui di Cina, atau koala yang hanya ditemui di Australia. Semua daerah di bumi ini memiliki ciri fisik yang berbeda satu sama lain. Hal ini merupakan faktor yang dapat menentukan keberadaan flora dan fauna yang dapat bertahan di daerah tersebut.

Persebaran Fauna di Dunia

Wilayah persebaran fauna pertama kali diperkenalkan oleh Sclater (1858) dan kemudian dikembangkan oleh Huxley (1868) dan Wallace (1876). Ada beberapa faktor yang memengaruhi persebaran fauna di dunia yang bersifat menghambat, yaitu faktor-faktor fisik yang berhubungan dengan keadaan bumi, yaitu sebagai berikut.

  • Perairan (sungai, danau, dan laut).
  • Daratan (gunung, lembah, jurang, padang pasir, dan lain-lain).
  • Iklim (suhu, tekanan udara, kelembapan, dan lain-lain).

Alfred Russel Wallace mengelompokkan persebaran fauna di dunia menjadi enam wilayah, yaitu daerah paleartik, neartik, neotropik, etiopia, oriental, dan australis.

1. Daerah Paleartik

Persebaran Fauna di Dunia
Kelinci

Daerah fauna paleartik meliputi wilayah-wilayah Benua Eropa, Rusia, Pantai Pasifik Barat bagian utara termasuk Jepang, Laut Mediteran, dan Benua Afrika bagian utara. Daerah ini umumnya memiliki iklim yang dingin sehingga memiliki hewan-hewan yang khas dari daerahnya.

Semakin ke utara, daerahnya makin dingin karena sudah termasuk wilayah kutub utara. Hal ini membuat jumlah hewan yang hidup makin sedikit karena tidak dapat bertahan hidup di daerah yang bersuhu ekstrem.

Beberapa jenis hewan yang berasal dari daerah paleartik, antara lain kelinci, sejenis tikus, berbagai jenis spesies anjing dan beberapa jenis kelelawar. Pada saat ini, hewan-hewan tersebut telah menyebar ke kawasan-kawasan lainnya.

Beberapa jenis fauna paleartik yang masih bertahan di lingkungan aslinya, antara lain beruang panda yang terdapat di Cina, unta di Afrika Utara, serta binatang-binatang kutub utara, seperti rusa dan beruang kutub.

2. Daerah Neartik

Persebaran Fauna di Dunia
Kura-kura kayu

Daerah fauna neartik meliputi wilayah-wilayah Greenland dan Amerika Utara sampai bagian tengah Meksiko. Di daerah ini banyak memiliki kesamaan dengan daerah paleartik. Hal ini dikarenakan pada sejarah pembentukannya kedua daerah ini merupakan daerah yang sama. Di daerah ini terdapat bentang alam yang sangat memengaruhi jenis hewan yang hidup, antara lain adanya kawasan gurun, dan padang rumput.

Fauna khas kawasan ini antara lain tikus berkantong yang hidup di sekitar wilayah gurun Pasifk Timur, beberapa jenis kura-kura, ular berbisa, dan kalkun liar. Selain itu, beberapa jenis hewan paleartik, seperti anjing, kelelawar, bajing, dan kelinci juga terdapat di kawasan ini.

3. Daerah Neotropik

Persebaran Fauna di Dunia
Piranha

Daerah persebaran region fauna neotropik meliputi sebagian wilayah Meksiko terutama bagian selatan, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan kepulauan-kepulauan di Hindia Barat. Daerah ini memiliki iklim tropis dan didominasi oleh adanya hutam hujan tropis.

Sifat fauna neotropik sangat bervariasi. Ada yang hanya terdapat di wilayah tertentu saja, seperti ikan piranha dan belut listrik yang hanya dapat ditemui di sekitar Sungai Amazon, ilama yaitu sejenis unta khas negeri Bolivia, dan tapir.

Beberapa jenis spesies lainnya yang hidup di kawasan neotropik, antara lain beberapa jenis kera, reptil, dan hewan vertebrata lainnya.

Baca: Persebaran Fauna di Indonesia

4. Daerah Etiopia

Persebaran Fauna di Dunia
Gajah Afrika

Daerah fauna Etiopia meliputi wilayah-wilayah Benua Afrika sebelah selatan Pegunungan Atlas, kawasan Gurun Sahara, dan ujung selatan Arab Saudi. Daerah ini terdapat beberapa wilayah gurun dan padang rumput. Oleh karena itu, di daerah ini memiliki jenis hewan yang paling beragam. Jenis hewan yang hidup di daerah Etiopia ini banyak memiliki kesamaan dengan daerah oriental.

Beberapa jenis mamalia khas region Etiopia, antara lain fauna gajah afrika, badak bercula dua, kuda nil, gorila, simpanse, berbagai mamalia yang hidup di wilayah padang rumput, seperti zebra, jerapah, singa, dan jenis-jenis harimau. Selain itu, beberapa jenis fauna paleartik, seperti kelinci, tikus, anjing, bajing, dan kijang masih banyak dijumpai di wilayah daerah Etiopia.

5. Daerah Oriental

Persebaran Fauna di Dunia
Orang utan

Daerah persebaran region fauna oriental meliputi Australia dan Asia Tenggara yaitu India, Indocina, Malaysia, dan Indonesia bagian barat. Daerah ini didominasi oleh wilayah tropik sehingga banyak berhubungan dengan hewan-hewan dari daerah Etiopia.

Jenis fauna khas tipe oriental antara lain beruang, banteng, badak bercula satu, orang utan, dan gabon. Selain itu, terdapat berbagai jenis ikan dan reptil.

6. Daerah Australis

Persebaran Fauna di Dunia
Kangguru

Daerah fauna Australis meliputi wilayah-wilayah Pulau Papua, Benua Australia, dan Pulau Tasmania. Kawasan ini ditandai dengan tipe fauna khas, seperti binatang berkantong (kangguru), platipus, walabi, dan kuskus.

Beberapa jenis burung khas daerah Australis antara lain cendrawasih, kasuari, emu, dan kakaktua. Jenis reptil yang banyak dijumpai disini adalah ular piton, ular harimau penyengat, buaya, dan kadal.

Nah, itulah dia informasi tentang persebaran fauna di Dunia beserta wilayah dan contoh hewan khasnya. Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang salah satu pelajaran dalam pelajaran Geografi dan semoga bermanfaat.

Poer
Poer Nothingツ
Poer Nothingツ

Manfaat Hutan

Poer Poer
3 min read

Cara Melestarikan Hutan

Poer Poer
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *