Home » Biologi » Unsur Daur Biogeokimia Dalam Ekosistem

Unsur Daur Biogeokimia Dalam Ekosistem

1 min read

Unsur Daur Biogeokimia Dalam Ekosistem

Daur biogeokimia atau unsur organik-organik adalah daur unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. Daur biogeokimia sangat diperlukan untuk kelestarian makhluk hidup. Daur biogeokimia dalam ekosistem meliputi unsur-unsur berikut.

1. Daur Karbon

Daur karbon merupakan unsur penyusun senyawa organik dan merupakan salah satu unsur penting penyusunan organisme. Kadar karbon yang terdapat di atmosfer adalah 0,03% dalam bentuk senyawa CO2 (karbon dioksida). Di dalam lautan, karbon ada dalam bentuk senyawa karbonat (CO2−3), bikarbonat (HCO−3), dan dalam bentuk senyawa organik terlarut lainnya.

Senyawa karbon di udara dimanafaatkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang akan digunakan manusia dan hewan untuk respirasi. Melalui proses respirasi, karbon kembali dilepaskan ke atmosfer.

Karbon yang ada di dalam tubuh organisme tidak seluruhnya dikeluarkan melalui proses respirasi. Bersamaan dengan matinya organisme tersebut, sebagian karbon yang ada dalam tumbuhan, hewan, dan manusia ikut terkubur di dalam tanah.

Dalam waktu jutaan tahun, karbon akan terkumpul dan membentuk bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, serta gas alam yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar mesin industri, kendaraan bermotor, dan sebagainya.

Melalui proses pembakaran, bahan bakar tersebut akan menghasilkan senyawa yang mengandung karbon seperti CO dan CO2 yang menuju atmosfer sehingga akan menambah kadar CO dan CO2 di udara.

2. Daur Nitrogen

Udara dalam atmosfer bumi terdiri dari 80% berupa nitrogen. Nitrogen bebas dapat ditambat atau difiksasi oleh tumbuhan yang berbintil akar. Selain itu, nitrogen bebas dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen. Nitrogen diperoleh tumbuhan dari tanah dalam bentuk anomia (NH3), ion nitrit (NO2−) dan ion nitrat (NO3−).

Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri, kemudian amonia akan mengalami nitrifikasi oleh bakteri nitrit (Nitrosomonas dan Nitrococcus). Hasilnya berupa nitrat yang diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya, nitrat diubah menjadi amonia kembali melalui denitrifikasi oleh bakteri denitrifikasi, lalu amonia dilepas ke udara. Daur ini akan berulang dalam ekosistem.

3. Daur Fosfor

Fosfor di alam terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (pada tumbuhan dan hewan) dan senyawa fosfat anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik berasal dari hewan dan tumbuhan yang telah mati yang diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik.

Sementara itu, fosfat anorganik yang terlarut dalam air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen laut. Oleh karena itu, fosfat anorganik banyak di bebatuan. Selanjutnya fosfat dari batu terlarut di air laut dan air tanah. Di sinilah fosfat anorganik diserap oleh akar tumbuhan. Daur fosfor ini akan berlangsung secara terus -menerus dalam ekosistem.

4. Daur Sulfur

Sulfur sebagian besar terdapat di dalam batuan bumi. Selain itu, sulfur di atmosfer berasal dari sumber gas belerang, dari letusan gunung berapi berupa hidrogen sulfida, serta dari aktivitas mikroorganisme anaerob di rawa-rawa. Sulfur ini digunakan oleh tumbuhan untuk membentuk semua protein. Sumber sulfur dalam tanah misalnya mineral tanah (nikel, sulfida besi), atmosfer (SO2, H2S), dan sulfur yang terikat dalam senyawa organik (terdapat sisa-sisa tumbuhan)>

Di atmosfer terdapat sulfur dioksida yang akan bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur trioksida. Selanjutnya, produk ini akan bereaksi dengan air di udara, kemudian akan jatuh membentuk hujan asa.

Nah, itulah Unsur Daur Biogeokimia Dalam Ekosistem beserta penjelasannya. Demikian artikel yang dapat saya bagikan selaku Admin, dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *