<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Indonesia - Freedomnesia</title>
	<atom:link href="https://www.freedomnesia.id/tag/sejarah-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.freedomnesia.id</link>
	<description>Kebebasan Ilmu Pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Dec 2020 15:22:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/06/cropped-Freedomnesia-Logo-32x32.png</url>
	<title>Sejarah Indonesia - Freedomnesia</title>
	<link>https://www.freedomnesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kerajaan Sriwijaya</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2020 15:22:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=2422</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Buddha yang berdiri pada abad ke-7 dibuktikan dengan adanya prasasti kedukan Bukit di Palembang (682). Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan yang kuat di Pulau Sumatera. Nah, karena pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang kehidupan politik Kerajaan Sriwijaya, maka kali ini kita akan membahas kehidupan ekonomi, sosial dan budaya Kerajaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/">Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kerajaan Sriwijaya</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Buddha yang berdiri pada abad ke-7 dibuktikan dengan adanya prasasti kedukan Bukit di Palembang (682). Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan yang kuat di Pulau Sumatera. Nah, karena pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang <a href="https://www.freedomnesia.id/kehidupan-politik-kerajaan-sriwijaya/">kehidupan politik Kerajaan Sriwijaya</a>, maka kali ini kita akan membahas kehidupan ekonomi, sosial dan budaya Kerajaan Sriwijaya. Simak ulasannya berikut.</p>
<h3>Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya</h3>
<p>Salah satu faktor penyebab Kerajaan Sriwijaya disebut kerajaan maritim adalah karena Kerajaan Sriwijaya menitikberatkan perekonomiannya pada kegiatan perdagangan antarpulau dan antarkawasan.</p>
<p>Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang menguasai perdagangan di wilayah perairan Asia Tenggara. Sebagai pusat perdagangan, setiap kapal yang singgah di pelabuhan Sriwijaya diwajibkan untuk membayar pajak ke raja.</p>
<p>Dalam kronik <em>Sung-Shih</em> diceritakan bahwa rakyat Kerajaan Sriwijaya dibebaskan dari kewajiban membayar pajak kepada negara. Hal tersebut berbeda dengan kapal-kapalasing yang berlabuh di pelabuhan Sriwijaya.</p>
<p>Bagi Kerajaan Sriwijaya, kegiatan perdagangan dianggap penting karena Kerajaan Sriwijaya menguasasi Selat Malaka, Tanah Genting Kra, dan Selat Sunda yang menjadi urat nadi perdagangan di Asia Tenggara.</p>
<p>Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi pelabuhan transit yang ramai disinggahi kapal asing untuk mengambil air minum dan perbekalan makanan seta melakukan aktivitas perdagangan. Kerajaan Sriwijaya memperoleh banyak keuntungan dari komoditas ekspor dan pajak kapal asing yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Sriwijaya.</p>
<p>Berikut beberapa barang yang menjadi komoditas ekspor Kerajaan Sriwijaya.</p>
<ol>
<li>Barang ekspor ke Arab antara lain kayu gaharu, kapur barus, kayu cendana, gading, timah, kayu ulin, rempah-rempah, dan kemenyan.</li>
<li>Barang ekspor ke Cina antara lain gading, air mawar, kemenyan, buah-buahan, gula putih, gelas, kapur barus, batu karang, pakaian, cula badak, wangi-wangian, bumbu masak, dan obat-obatan.</li>
</ol>
<h3>Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya</h3>
<p>Untuk meningkatkan kehidupan sosial masyarakat, Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan di sekitarnya dan mengembangkan pendidikan. Bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai pusat pendidikan agama Buddha adalah catatan I Tsing yang menyatakan bahwa terdapat seribu pendeta Buddha yang belajar agama Buddha di Sriwijaya, bahkan I Tsing menyarankan kepada pendeta Cina agar belajar terlebih dahulu di Sriwijaya sebelum melanjutkan pendidikan ke India.</p>
<p>Salah satu guru yang terkenal adalah Dharmakirti. Berdasarkan catatan I Tsing dapat diketahui bahwa rakyat Kerajaan Sriwijaya sudah berpendidikan tinggi. Oleh karena itu, Sriwijaya dapat dikatakan sebagai pusat ilmu pengetahuan agama.</p>
<h3>Kehidupan Budaya Kerajaan Sriwijaya</h3>
<p>Bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya memiliki kebudayaan yang tinggi adalah dari prasasti-prasasti yang ditemukan. Prasasti tersebut tidak lagi menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi sudah menggunakan bahasa Melayu Kuno. Hal tersbeut menunjukkan bahwa masyarakat Kerajaan Sriwijaya tidak menerima budaya asing begitu saja, tetapi disesuaikan dengan budaya setempat.</p>
<p>Hasil budaya peninggalan Kerajaan Sriwijaya adalah berupa prasasti, arca Buddha di Bukit Siguntang, bangunan suci di Jambi, kompleks Candi Muara Takus, beberapa bangunan suci di Gunung Tua (padang lawas), dan Arca Awalokiteswara yang ditemukan di Tapanuli Selatan.</p>
<p>Nah, itulah dia artikel singkat tentang kehidupan ekonomi, sosial dan budaya Kerajaan Sriwijaya beserta sejarahnya. Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang informasi salah satu kerajaan di Indonesia dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/">Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kerajaan Sriwijaya</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 14:59:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=2393</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan dapat diketahui bahwa letak Kerajaan Sriwijaya berada di wilayah Sumatra bagian selatan. Diperkirakan pemerintahannya terletak di tepi Sungai Musi atau di sekitar kota Palembang sekarang. Dari tepian Sungai Musi, pengaruh Kerajaan Sriwijaya terus meluas mencakup Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Bangka, Laut Jawa bagian barat, Bangka, Jambi Hulu, Semenanjung Malaya hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/">Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan dapat diketahui bahwa letak Kerajaan Sriwijaya berada di wilayah Sumatra bagian selatan. Diperkirakan pemerintahannya terletak di tepi Sungai Musi atau di sekitar kota Palembang sekarang.</p>
<p>Dari tepian Sungai Musi, pengaruh Kerajaan Sriwijaya terus meluas mencakup Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Bangka, Laut Jawa bagian barat, Bangka, Jambi Hulu, Semenanjung Malaya hingga ke Tanah Genting Kra. Luas wilayah laut yang dikuasasi Kerajaan Sriwijaya menjadikan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang besar.</p>
<h2>Sumber Kerajaan Sriwijaya Dalam Negeri</h2>
<p>Sumber sejarah mengenai Kerajaan Sriwijaya dapat diperoleh dari beberapa sumber, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Berikut adalah sumber Kerajaan Sriwijaya dari dalam Negeri.</p>
<h4>1. Prasasti Kedukan Bukit</h4>
<p>Isi prasasti ini adalah keterangan bahwa Raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa berhasil menaklukkan Kerajaan Melayu (Minangatamwan) dan berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke Jambi.</p>
<h4>2. Prasasti Telaga Batu</h4>
<p>Secara garis besar isi prasasti ini adalah kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan di Kerajaan Sriwijaya dan tidak taat kepada perintah raja.</p>
<h4>3. Prasasti Talang Tuo</h4>
<p>Isi dari prasasti ini adalah titah Raja Dapunta Hyang untuk membangun Taman Srisetra sebagai tempat rekreasi untuk rakyat Sriwijaya.</p>
<h4>4. Prasasti Karang Berahi</h4>
<p>Isi dari prasasti ini adalah keterangan tentang penguasaan Sriwijaya atas daerah Jambi.</p>
<h4>5. Prasasti Ligor</h4>
<p>Isi dari prasasti ini menyebutkan tentang ibu kota Ligor yang berfungsi mengawasi pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka. Selain itu, juga berisi pujian bagi raja yang berhasil menaklukkan musuh-musuhnya dan merupakan wujud kembar dewa kasta yang dengan kekuatannya disebut (sebagai dewa) Wisnu.</p>
<h4>6. Prasasti Kota Kapur</h4>
<p>Isi dari prasasti ini menyebutkan usaha Sriwijaya untuk menaklukkan Bhumi Jawa yang tidak tunduk kepada Sriwijaya.</p>
<h4>7. Prasasti Nalanda</h4>
<p>Isi prasasti ini adalah perintah pembangunan sebuah biara di Nalanda atas perintah Raja Balaputradewa. Dalam prasasti ini juga dituliskan bahwa Kerajaan Sriwijaya telah mengadakan hubungan dengan Kerajaan Pala di Benggala (India Timur).</p>
<h4>8. Candi Muara Takus</h4>
<p>Diperkirakan Candi Muara Takus dibangun pada abad VII-XII Masehi pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Candi Muara Takus ini memberikan keterangan bahwa masyarakat dan Kerajaan Sriwijaya beragama Buddha. Hal tersebut disebabkan kemiripan candi dengan Candi Asoka di India (merujuk ke peninggalan-peninggalan candi dari Raja Asoka yang menyebarkan agama Buddha di India).</p>
<h2>Sumber Kerajaan Sriwijaya dari Luar Negeri</h2>
<p>Sumber dari luar negeri yang menerangkan Kerajaan Sriwijaya adalah berita dari Cina, berita India, dan berita Arab</p>
<p>Nah, itulah dia artikel tentang sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya beserta penjelasannya. Demikian artikel yang dapat freedomnesia.id bagikan untuk Anda, dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/">Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Rakyat Indonesia Mudah Menerima Ajaran Hindu Budha</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/mengapa-rakyat-indonesia-mudah-menerima-ajaran-hindu-budha/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/mengapa-rakyat-indonesia-mudah-menerima-ajaran-hindu-budha/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2020 03:57:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=2374</guid>

					<description><![CDATA[<p>Agama yang pertama kali masuk ke Indonesia dan dianut oleh masyarakat Indonesia adalah agam Hindu-Budha. Sebelum masuknya agam tersebut, masyarakat Indonesia masih menganut sistem kepercayaan, yaitu Animisme dan Dinamisme. Masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia juga tidak terlepas dari wilayah Indonesia yang strategis, dimana Indonesia sejak dulu sudah dilalui jalur perdagangan atara China dan India. Proses [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/mengapa-rakyat-indonesia-mudah-menerima-ajaran-hindu-budha/">Mengapa Rakyat Indonesia Mudah Menerima Ajaran Hindu Budha</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Agama yang pertama kali masuk ke Indonesia dan dianut oleh masyarakat Indonesia adalah agam Hindu-Budha. Sebelum masuknya agam tersebut, masyarakat Indonesia masih menganut sistem kepercayaan, yaitu Animisme dan Dinamisme. Masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia juga tidak terlepas dari wilayah Indonesia yang strategis, dimana Indonesia sejak dulu sudah dilalui jalur perdagangan atara China dan India.</p>
<p>Proses masuknya agama Hindu-Budha memiliki banyak sekali teori, mungkin yang paling mendekati adalah teori mengenai para pedagang yang membawa agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia, terutama bagi para pedagang dari India. Para pedagang tersebut menyebarkan agama Hindu-Budha ke Indonesia mungkin melihat sistem kepercayaan di Indonesia mirip dengan agama Hindu-Budha.</p>
<p>Lalu mengapa rakyat Indonesia cukup mudah menerima ajaran agama Hindu-Budha yang masuk ke Indonesia. Berikut faktor utama kenapa rakyat Indonesia bisa mudah menerima ajaran Hindu-Budha.</p>
<h3>1. Rakyat Indonesia belum mengenal agama</h3>
<p>Sebelum masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia, Indonesia masih menganut sistem kepercayaan yang bukan termasuk agama. Sistem kepercayaan tersebut adalah animisme dan dinamisme. Animisme adalah Animisme adalah suatu kepercayaan yang menyakini bahwa segala sesuatu memiliki jiwa/roh, sedangkan Dinamisme adalah suatu kepercayaan yang menyakini bahwa setiap benda (baik mati maupun hidup) mempunyai kekuatan atau daya yang sifatnya gaib.</p>
<p>Oleh karena itulah, kenapa ajaran agama Hindu dan Budha mudah diterima oleh masyarakat Indonesia kala itu, karena belum mengenai agama dan masih menganut sistem kepercayaan dari nenek moyang.</p>
<h3>2. Sifat dasar rakyat Indonesia yang terbuka</h3>
<p>Sifat terbuka dan ramah tamah orang Indonesia sudah ada sejak dulu kala, dan dulu rakyat Indonesia cukup terbuka dalam menyambut para pedagang dan orang asing yang masuk ke Indonesia. Oleh karena itulah, ajaran agama yang dibawa oleh tokoh-tokoh Hindu-Budha dari luar Indonesia bisa mudah diterima ajarannya oleh masyarakat Indonesia.</p>
<h3>3. Agama Hindu Budha memiliki kultur yang hampir mirip dengan kepercayaan awal masyarakat</h3>
<p>Kultur budaya agama Hindu dan Budha pada kenyataannya memiliki beberapa kemiripan dengan kultur kepercayaan animisme dan dinamisme masyarakat Indonesia kala itu. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kemiripan dari bangunan punden berundak yang memiliki bentuk bangunan suci agama budha yang dipergunakan sebagai tempat peribadatan, kemiripan dari upacara keagamaan, hingga kepercayaan yang sama terhadap kehidupan setelah mati.</p>
<p>Dikarenakan kesamaan dalam kultur budaya yang terjalin antara ajaran Hindu Budha dengan kepercayaan masyarakat lokal, membuat penyebaran agama ini menjadi semakin mudah dan bisa dengan baik diterima.</p>
<h3>4. Pengaruh Para Raja atau Penguasa</h3>
<p>Pengaruh raja atau penguasa di indonesia menjadi faktor penting dalam berkembangnya agama Hindu-Budha di Indonesia, dan menjadi alasan yang kuat mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran agama Hindu-Budha.</p>
<p>Dalam sudut pandang orang dulu, penguasa atau raja merupakan orang yang paling dihormati. Sehingga jika penguasa tersebut menganut agaman Hindu atau Budha tentulah rakyatnya akan mengikuti apa yang dilakukan oleh penguasanya.</p>
<h3>5. Tidak ada Unsur Paksaan</h3>
<p>Alasan lain mengapa ajaran Hindu-Budha bisa mudah ditrima oleh rakyat indonesia karena tidak unsur pemaksaan untuk menganut agama Hindu-Buddha adalah anggapan bahwa seseorang  tidak dapat menjadi Hindu, tetapi seseorang itu lahir sebagai Hindu.</p>
<p>Anggapan inilah yang membuat para Brahmana agama Hindu tidak terbebani dalam menyebarkan agama Hindu di Indonesia. Jadi, orang-orang  Indonesia yang pasti pada mulanya tidak dilahirkan sebagai  Hindu dapat beragama Hindu.</p>
<h3>6. Sistem Pemerintahan dalam Rakyat</h3>
<p>Orang Indonesia telah memilih salah seorang anggota masyarakat sebagai kepala suku, yang dianggap sebagai wakil dari nenek moyang. Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia, meski sistem pemerintahan berubah dengan dipimpin suatu kelompok masyarakat oleh seorang raja, perubahan ini dapat diterima dengan baik oleh orang-orang Indonesia. Karena dengan adanya raja, rakyat merasa terlindungi dan kesejahteraannya tercukupi.</p>
<h3>7.  Sistem kepercayaan dalam Rakyat</h3>
<p>Orang-orang Indonesia jaman dahulu masih memuja roh nenek moyang dan mempercayai benda-benda yang keramat (animisme dan dinamisme), yaitu berupa menyembah benda-benda dianggap nenek moyang mereka berada dan juga melakukan upacara pemujaan roh nenek moyang. Hal ini hampir mirip dengan kepercayaan agama Hindu, dengan adanya arca dan upacara-upacara yang dilaksanakan oleh Hindu.</p>
<p>Nah itulah dia artikel tentang pertanyaan &#8220;<a href="https://www.freedomnesia.id/mengapa-rakyat-indonesia-mudah-menerima-ajaran-hindu-budha/">mengapa rakyat indonesia mudah menerima ajaran hindu budha</a>?&#8221;. Demikian artikel tentang salah satu pertanyaan dalam pelajaran sejarah, sekian dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/mengapa-rakyat-indonesia-mudah-menerima-ajaran-hindu-budha/">Mengapa Rakyat Indonesia Mudah Menerima Ajaran Hindu Budha</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/mengapa-rakyat-indonesia-mudah-menerima-ajaran-hindu-budha/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Latar Belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/latar-belakang-pemberontakan-di-tii-dan-rms-di-indonesia/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/latar-belakang-pemberontakan-di-tii-dan-rms-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2020 14:50:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=2332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jelaskan Latar Belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia! Gerakan NII (Negara Islam Indonesia) ini bertujuan untuk menjadikan Republik Indonesia sebagai sebuah Negara yang menerapkan dasar Agama Islam sebagai dasar Negara. Waktu perkembangannya, DI TII menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan dan Aceh. Untuk melindungi kereta api, Kavaleri Kodam VI [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/latar-belakang-pemberontakan-di-tii-dan-rms-di-indonesia/">Latar Belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h3>Jelaskan Latar Belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia!</h3>
<p>Gerakan NII (Negara Islam Indonesia) ini bertujuan untuk menjadikan Republik Indonesia sebagai sebuah Negara yang menerapkan dasar Agama Islam sebagai dasar Negara. Waktu perkembangannya, DI TII menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan dan Aceh.</p>
<p>Untuk melindungi kereta api, Kavaleri Kodam VI Siliwangi (sekarang Kodam III) mengawal kereta api dengan panzer tak bermesin yang didorong oleh lokomotif uap D-52 buatan Krupp Jerman Barat. Panzer tersebut berisi prajurit TNI yang siap tempur dengan senjata mereka. Bila ada pertempuran antara TNI dan DI/TII di depan, maka kereta api harus berhenti di halte terdekat.</p>
<p>Pemberontakan bersenjata yang selama 13 tahun itu telah menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ribuan ibu-ibu menjadi janda dan ribuan anak-anak menjadi yatim-piatu. Diperkirakan 13.000 rakyat Sunda, anggota organisasi keamanan desa (OKD) serta tentara gugur. Anggota DI/TII yang tewas pun tak diketahui pasti jumlahnya. Pemerintah menganggap jika gerakan ini akan membahayakan stabilitas dan kedaulatan negara.</p>
<p>Oleh karenanya, negara pun mengeluarkan perintah untuk menumpas gerakan ini agar tidak semakin merajalela. Kemudian setelah Kartosoewirjo ditangkap TNI dan dieksekusi mati pada 1962, gerakan ini menjadi terpecah, namun tetap eksis secara diam-diam meskipun dinyatakan sebagai organisasi ilegal oleh pemerintah Indonesia</p>
<h2>Latar Belakang Pemberontakan RMS di Indonesia</h2>
<p>RMS (Republik Maluku Setan) diproklamasikan oleh sekelompok orang mantan prajurit KNIL dan masyarakat Pro-Belanda yang di antaranya ialah Dr. Christian Robert Steven Soumokil, mantan jaksa agung Negara Indonesia Timur.</p>
<p>RMS ini merupakan suatu gerakan yang bertujuan untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur dan untuk membentuk Negara sendiri yang terpisah dari wilayah RIS. Andi Azis, Westerling, dan Soumokil tidak puas terhadap proses kembalinya RIS ke Negara Kesatuan Republik Indoneisa (NKRI).</p>
<p>Mereka merasa bahwa status kenegaraan rakyat maluku tidak jelas setelah KMB. Pada tanggal 20 April tahun 1950, kabinet NIT dibubarkan dan bergabung ke dalam wilayah NKRI. Kegagalan pemberontakan yang di lakukan oleh Andi Abdoel Azis (Andi Azis) menyebabkan berakhirnya Negara Indonesia Timur.</p>
<p>Nah, itulah dia <a href="https://www.freedomnesia.id/">latar belakang pemberontakan DI/TII</a> dan juga RMS di Indonesia beserta penjelasannya secara singkat. Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang sejarah di Indonesia dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/latar-belakang-pemberontakan-di-tii-dan-rms-di-indonesia/">Latar Belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/latar-belakang-pemberontakan-di-tii-dan-rms-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
