Kehidupan Politik Kerajaan Sriwijaya

1 min read

Kehidupan Politik Kerajaan Sriwijaya

Sejak abad ke-7, Kerajaan Sriwijaya mulai melakukan perluasan wilayah kekuasaan. Perluasan wilayah kekuasaan dimulai dari Minangatamwan ke daerah sekitarnya, yaitu Palembang, Jambi, Lampu, dan Jawa (Tarumanegara) tetapi belum berhasil.

Penguasaan wilayah-wilayah tersebut erat hubungannya dengan penguasaan lalu lintas perdagangan. Wilayah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya sampai abad ke-13 meliputi sebagian besar Sumatra, Semenanjung Malaya, sebagian wilayah Jawa Barat, dan pulau-pulau yang ada di Laut Cina Selatan.

Faktor Kerajaan Sriwijaya Berkembang Pesat

Kerajaan Sriwijaya dapat berkembang menjadi kerajaan Besar karena didukung oleh faktor-faktor berikut.

  1. Letak Kerajaan Sriwijaya sangat strategis, yaitu berada di jalur lalu lintas perdagangan antara India dan Cina.
  2. Runtuhnya Kerajaan Funan di Indocina, Vietnam.
  3. Majulah aktivitas pelayaran dan perdagangan antara India dan Cina.
  4. Memiliki armada laut yang kuat.
  5. Melayani distribusi ke berbagai wilayah di Nusantara.

Kekuasaan raja di Kerajaan Sriwijaya bersifat mutlak. Pemerintahan Kerajaan Sriwijaya berdasarkan Prasasti Telaga Batu dibagi menurut jabatan yang bermacam-macam. Jabatan tersebut seperti menteri, bupati, panglima, pembesar, pegawai istana, hakim, dan kepala pasukan. Semua jabatan di Kerajaan Sriwijaya dipilih dan diberhentikan sesuai dengan kehendak raja.

Baca: Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kerajaan Sriwijaya

Masa Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

Pada abad ke-8 dan ke-9, Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaan pada waktu diperintah oleh Raja Balaputradewa dari dinasti Syailendra. Raja Balaputradewa merupakan raja yang cakap dalam memerintah dan berhasil menjadikan Sriwijaya menjadi kerajaan besar.

Untuk kepentingan kerajaan, Raja Balaputradewa banyak mengirim para pemuda untuk belajar di India (terutama di Perguruan Tinggi Nalanda). Untuk menampung para pemuda Sriwijaya yang belajar di Nalanda, Raja Balaputradewa mendirikan sebuah asrama.

Raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Sriwijaya, antara lain Dapunta Hyang Sri Jayanasa, Sri Indrawarman, Balaputradewa, dan Sri Sanggaramawijayatunggawarman.

Baca juga: Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Menurut berita Cina (Chau-Yu-Kua), pada akhir abad ke-12 M Kerajaan Sriwijaya mengalami masa kemunduran. Hal tersebut diperkuat degan kitab Sejarah Dinasti Sung yang menyatakan bahwa Sriwijaya mengirimkan utusannya yang terakhir pada tahun 1178.

Berikut adalah hal-hal yang menyebabkan kemunduran Kerajaan Sriwijaya.

  1. Kerajaan Sriwijaya berulang-ulang diserang oleh Kerajaan Cholamandala dari India.
  2. Kerajaan taklukan Sriwijaya (Ligor, Tanah Kra, Kelantan, Pahang, Jambi, dan Sunda) banyak yang melepaskan diri dari Sriwijaya.]
  3. Terdesak oleh perkembangan kerajaan di Thailand yang meluaskan pengaruhnya ke arah selatan (Semenanjung Malaya).
  4. Kerajaan Sriwijaya terdesak dengan pengaruh Kerajaan Singasari yang menjalin hubungan dengan Kerajaan Melayu (di Jambi).
  5. Mundurnya perekonomian dan perdagangan Kerajaan Sriwijaya karena bandar-bandar pentingnya melepaskan diri dari Kerajaan Sriwijaya.

Nah itulah dia artikel tentang kehidupan politik Kerajaan Sriwijaya pada masa lampau silam. Demikian artikel yang dapat freedomnesia.id bagikan untuk Anda tentang kerajaan Sriwijaya dan semoga bermanfaat.

Poer
Poer Nothingツ
Poer Nothingツ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *