<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sosiologi - Freedomnesia</title>
	<atom:link href="https://www.freedomnesia.id/category/sosiologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.freedomnesia.id</link>
	<description>Kebebasan Ilmu Pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Aug 2022 14:36:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/06/cropped-Freedomnesia-Logo-32x32.png</url>
	<title>Sosiologi - Freedomnesia</title>
	<link>https://www.freedomnesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>7 Alasan Mengapa Manusia Perlu Aturan</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/7-alasan-mengapa-manusia-perlu-aturan/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/7-alasan-mengapa-manusia-perlu-aturan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2022 14:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=2681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap negara pasti memiliki aturan tertentu dalam sistem pemerintahannya. Tidak cuman negara yang memberlakukan aturan, setiap agama juga memberlakukan aturan yang tidak boleh dilanggar bagi umatnya. Bahkan, ditengah lingkungan masyarakat umumnya terdapat aturan yang tertulis dan tidak tertulis. Aturan yang tertulis biasanya berupa hukum dan undang-undang, sedangkan aturan yang tidak tertulis berupa norma dan juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/7-alasan-mengapa-manusia-perlu-aturan/">7 Alasan Mengapa Manusia Perlu Aturan</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap negara pasti memiliki aturan tertentu dalam sistem pemerintahannya. Tidak cuman negara yang memberlakukan aturan, setiap agama juga memberlakukan aturan yang tidak boleh dilanggar bagi umatnya.</p>
<p>Bahkan, ditengah lingkungan masyarakat umumnya terdapat aturan yang tertulis dan tidak tertulis. Aturan yang tertulis biasanya berupa hukum dan undang-undang, sedangkan aturan yang tidak tertulis berupa norma dan juga etika.</p>
<h3>Pengertian Aturan</h3>
<p>Aturan adalah suatu ketentuan yang dibuat untuk membatasi tingkah laku dan mengikat seseorang atau masyarakat. Aturan membuat setiap individu atau seorang boleh melakukan sesuatu hal dan juga tidak boleh melakukan sesuatu. Aturan sendiri cukup banyak sekali, seperti contohnya aturan di rumah, di sekolah, dan aturan di lingkungan masyarakat.</p>
<p>Manusia memerlukan suatu aturan, karena aturan tersebutlah yang menjadi pembeda antara kehidupan yang beradab dan kehidupan yang tidka beradab, boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Aturan disini sebagai bentuk hukum norma, baik itu hukum negara, hukum agama, atau hukum-hukum lainnya.</p>
<p>Aturan ditujukan kepada manusia agar tidak bergesekan dan terjadi konflik dengan manusia lainnya, dan manusia harus mengikuti aturan yang sama bila bergama ataupun berada di tempat yang sama.</p>
<p>Nah, aturan sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat atau dimana saja. Berikut ini adalah beberapa lasan mengapa manusia perlu aturan dalam kehidupan, terutama dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<h3>7 Alasan Mengapa Manusia Perlu Aturan</h3>
<p>Dalam kehidupan bermasyarakat, manusia perlu suatu aturan yang digunakan sebagai pedoman untuk mengatur kehidupan setiap individu agar bisa menjalani kehidupan yang teratur dan mencegah terjadinya konflik yang bisa menyebabkan perpecahan dan juga peperangan.</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa manusia perlu aturan dan kehidupan.</p>
<ol>
<li>Manusia perlu aturan supata hidup manusia bisa lebih teratur dan mudah untuk diatur.</li>
<li>Manusia perlu aturan Agar manusia memiliki hidup yang terarah dan jalan yang terang.</li>
<li>Manusia perlu aturan agar tidak terdapat pertentangan (konflik) dalam interaksi sosial antarsesama manusia dilingkungan masyarakat.</li>
<li>Manusia perlu aturan sebagai tujuan hidup agar mampu menjadi seorang yang beretika dan juga bermoral.</li>
<li>Manusia perlu aturan sebagai standarisasi kehidupan manusia, karena adanya keanekaragaman bangsa, baik secara sosial, budaya, ekonomi dan politik.</li>
<li>Manusia perlu aturan untuk menciptakan keadilan sosial dan hukum bagi setiap individu agar tercipta kehidupan yang damai, tentram, dan bebas dari konflik.</li>
<li>Manusia perlu aturan untuk mengatur setiap elemen kehidupan manusia agar tidak berbuat seenaknya dan supaya manusia lebih memperhatikan, menghargai, dan menghormati orang lain.</li>
</ol>
<p>Aturan pada dasarnya dibuat agar manusia dapat menjalankan haknya, tanpa mengurangai maupun melangar hak yang dimiliki oleh orang lain.</p>
<p>Seorang filsuf inggris bernama Thomas Hobbes pernah mengatakan dalam karyanya yang berjudul &#8220;De Cive&#8221;, bahwa manusia itu adalah serigala bagi manusia lainnya. Maksudnya, bahwa manusia itu akan saling menyakiti satu sama lain.</p>
<p>Karena pada dasarnya manusia itu memiliki keinginan untuk mendapatkan dan memproritaskan haknya dalam memenuhi kebutuhannya, sehingga akan mendorong untuk melanggar hal yang dimiliki oleh orang lain, dan hal tersebut bisa terjadi bila manusia tidak memiliki aturan. Tentunya hal ini bisa memicu timbulnya konflik antarsesama manusia.</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga:</strong> <a title="Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila" href="https://www.freedomnesia.id/prinsip-prinsip-demokrasi-pancasila/">Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila</a></p></blockquote>
<p>Nah, oleh karena itulah mengapa manusia perlu memiliki aturan. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai aturan, etika dna norma manusia dalam bab struktur sosial dan diferensiasi sosial (IPS/Sosiaologi. Sekian dan terima kasih.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/7-alasan-mengapa-manusia-perlu-aturan/">7 Alasan Mengapa Manusia Perlu Aturan</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/7-alasan-mengapa-manusia-perlu-aturan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam Stratifikasi Sosial</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/macam-macam-stratifikasi-sosial/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/macam-macam-stratifikasi-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2020 15:26:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=2094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perwujudan dari stratifikasi sosial adalah kelas-kelas sosial. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelas sosial adalah suatu lapisan orang-orang yang berkedudukan sama dalam suatu status sosial. Pada umumnya pembagian kelas didasarkan pada kriteria ekonomi, sosial, dan politik. Uraiannya adalah sebagai berikut. 1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi &#160; Dalam stratifikasi ekonomi, warga masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/macam-macam-stratifikasi-sosial/">Macam-Macam Stratifikasi Sosial</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perwujudan dari stratifikasi sosial adalah kelas-kelas sosial. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelas sosial adalah suatu lapisan orang-orang yang berkedudukan sama dalam suatu status sosial.</p>
<p>Pada umumnya pembagian kelas didasarkan pada kriteria ekonomi, sosial, dan politik. Uraiannya adalah sebagai berikut.</p>
<h2>1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2100" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-ekonomi.jpg" alt="" width="1366" height="768" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-ekonomi.jpg 1366w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-ekonomi-300x169.jpg 300w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-ekonomi-1024x576.jpg 1024w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-ekonomi-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1366px) 100vw, 1366px" /></p>
<p>Dalam stratifikasi ekonomi, warga masyarakat dibedakan menurut penguasaan dan kepemilikan materi. Pekerjaan, pendapatan, dan kekayaan akan membagi anggota masyarakat ke dalam beberapa stratifikasi. Setiap stratifikasi dalam stratifikasi ekonomi disebut kelas ekonomi (sering disebut kelas saja).</p>
<p>Istilah kelas ekonomi mempunyai arti relatif sama dengan istilah kelas sosial. Namun, kadang-kadang kelas sosial diartikan sebagai semua orang yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu stratifikasi tanpa membedakan apakah dasar pelapisan itu pekerjaan, kekuasaan, uang, kepemilikan, ataupun yang lain.</p>
<p>Kelas-kelas sosial selalu digambarkn sebagai kerucut karena semakin tinggi kelas sosial, maka semakin sedikit jumlah warga masyarakay yang termasuk di dalamnya. Sebaliknya, semakin rendah suatu kelas sosial maka semakin banyak warga masyarakat yang dapat digolongkan di dalanya.</p>
<p>Hal ini tidak hanya berlaku pada stratifikasi sosial atas dasar kriteria ekonomi saja, tetapi juga berlaku pada bentuk-bentuk stratifikasi sosial yang lain. Dilihat dari kriteria ekonomi, secara garis besar terdapat tiga kelas sosial, yaitu sebagai beirkut:</p>
<ul>
<li><strong>Kelas Atas (<em>Upper Class</em>)</strong>, terdiri dari kelompok orang-orang kaya yang dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.</li>
<li><strong>Kelas Menengah (<em>Middle Class</em>)</strong>, terdiri dari kelompok orang-orang yang berkecukupan yang sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok (primer).</li>
<li><strong>Kelas Bawah (<em>Lower Class</em>)</strong>, terdiri dari kelompok orang-orang miskin yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan primer.</li>
</ul>
<h2>2. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Politik</h2>
<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2101" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-politik.jpg" alt="" width="1366" height="768" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-politik.jpg 1366w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-politik-300x169.jpg 300w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-politik-1024x576.jpg 1024w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-kriteria-politik-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 1366px) 100vw, 1366px" /></p>
<p>Pelapisan sosial atas dasar kriteria politik merupakan perbedaan masyarakat menurut pembagian kekuasaan. Kekuasaan merupakan suatu kemampuan untuk memengaruhi pihak lain sesuai kehendak atau kemauan pemegang kekuasaan. Kekuasaan dan wewenang mempunyai perbedaan.</p>
<p>Kekuasaan merupakan setiap kemampuan untuk memengaruhi pihak lain, sedangkan wewenang merupakan kekuasaan yang melekat pada didi seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai dukungan atau mendapatkan pengakuan dari masyatakat.</p>
<p>Wewenang disebut juga otoritas (<em>legalized power</em>), yaitu hak untuk memengaruhi karena didukung oleh norma atau peraturan yang menentukan keteraturan dalam masyarakat. Apabila suatu kekuasaan dijelmakan ke dalam diri seseorang/sekelompok orang, maka orang/sekelompok orang tersebut disebut pemimpin.</p>
<p>Terdapat satu pola umum bahwa sistem kekuasaan akan selalu menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan pola perilaku yang berlaku di masyarakat. Masyarakat yang mempunyai kekuasaan dan wewenang umumnya ditempatkan pada lapisan masyarakat atas, yang meliputi para pejabat eksekutif, baik di tingkat pusat maupun desa, pejabat legislatif, dan pejabat yudukatif. Masyarakat yang tidak memiliki wewenang akan ditempatkan di lapisan masyarakat bawah.</p>
<p>Mac Iver berpandangan bahwa ada tiga pola umum sistem stratifikasi kekuasaan atau piramida kekuasaan, yaitu sebagai berikut:</p>
<h4>a) Tipe Kasta</h4>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2098" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Tipe-kasta.jpg" alt="" width="600" height="259" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Tipe-kasta.jpg 600w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Tipe-kasta-300x130.jpg 300w" sizes="(max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Tipe kasta adalah sistem pelapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku serta hampir tidak terjadi mobilitas vertikal. Garis pemisah antara masing-masing lapisan ahmpir tidak mungkin ditembus.</p>
<p>Puncak piramida kekuasaan diduduki oleh raja/maharaja, yang lingkungannya didukung oleh kaum bangsawan, tentara, dan para pendeta. Lapisan selanjutnya dihuni oleh para petani dan buruh tanu, sedangkan lapisan terendah terdiri dari para budak.</p>
<h4>b) Tipe Oligarkis</h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2097" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Tipe-Oligarkis.jpg" alt="" width="600" height="265" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Tipe-Oligarkis.jpg 600w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Tipe-Oligarkis-300x133.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Tipe oligarkis adalah sistem pelapisan kekuasaan yang mempunyai garis pemisah tegas, tetapi dasar pembedaan kelas sosial ditentukan oleh kebudayan masyarakat, terutama kesempatan bagi para warga masyarakat untuk mendapatkan kekuasaan tertentu.</p>
<p>Meskipun kedudukan warga masyarakat masih banyak didasarkan pada aspek kelahiran (<em>ascribed status</em>), tetapi individu masih diberikan kesempatan untuk naik ke strata yang lebih atas.</p>
<p>Pada setiap lapisan juga terdapat lapisan-lapisan yang lebih khusus lagi, sedangkan perbedaan antara lapisan-lapisan tidak terlalu mencolok. Tepi oligarkis dijumpai pada masyarakat feodal yang telah berkembang.</p>
<h4>c) Tipe Demokratis</h4>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2096" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/tipe-demokratis.jpg" alt="" width="600" height="279" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/tipe-demokratis.jpg 600w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/tipe-demokratis-300x140.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<p>Tipe demokratis merupakan sistem pelapisan kekuasaan yang terdapat adanya garis pemisah antarlapisan yang sifatnya mobil (bergerak). Hal terpenting yang menentukan kedudukan seseorang adalah kemampuannya dan kadang-kadang faktor keberuntungan, jadi faktor kelahiran tidak menentukannya.</p>
<p>Misalnya dalam suatu masyarakat demokratis, anggota-anggota partai politik dapat memperoleh kedudukan-kedudukan tertentu melalui partai politik.</p>
<h2>3. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Mata Pencaharian</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2099" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-mata-pencaharian.jpg" alt="" width="1366" height="768" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-mata-pencaharian.jpg 1366w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-mata-pencaharian-300x169.jpg 300w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-mata-pencaharian-1024x576.jpg 1024w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/08/Stratifikasi-sosial-berdasarkan-mata-pencaharian-768x432.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1366px) 100vw, 1366px" /></p>
<p>Hubungan antara mata pencaharian (pekerjaan) dan masalah ekonomi sangat erat. Namun hal tersbeut berkaitan pula dengan masalah sosial sebab dapat menyangkut harga diri (prestise) seseorang.</p>
<p>Mata pencaharian yang terpandang dan kedudukan yang tinggi akan mendatangkan penghasilan yang besar da membawa kesejahteraan bagi seseorang beserta anggota keluarganya. Dengan demikian, setiap orang akan berusaha untuk menduduki suatu profesi terhormat dan terpandang di masyarakat.</p>
<p>Secara umum, stratifikasi sosial berdasarkan kriteria mata pencaharian dibagi menjadi enam lapisan, yaitu sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Kelas Elite.</strong> Golongan elite terdiri dari orang-orang kaya dan orang-orang yang menempati kedudukan/pekerjaan yang oleh masyarakat sangat dinilai atau dihargai, misalnya konglomerat, pejabat negara, direktur utama bank, pengusaha dengan modal besar dan lain-lain.</li>
<li><strong>Kelas Profesional. </strong>Golongan profesional terdiri dari orang-orang yang berijazah dan bergelar serta orang-orang di dunia pedagangan yang berhasil, misalnya orang-orang yang bergelar sarjana, master, maupun doktor seperti dokter, jaksa, hakim, akuntan, dan insinyur.</li>
<li><strong>Kelas Semiprofesional. </strong>Golongan semiprofesional terdiri dari para pegawai kantor, pedagang, teknisi yang berpendidikan menengah, dan mereka yang tidak bergelar.</li>
<li><strong>Kelas <em>Skill</em>. </strong>Golongan <em>skill </em>terdiri dari orang-orang yang memiliki keterampilan mekanis, teknisi, dan kapster.</li>
<li><strong>Kelas <em>Semiskill.</em></strong> Golongan <em>semiskill</em> terdiri dari pekerja pabrik tanpa keterampilan, sopir, dan pelayan restoran.</li>
<li><strong>Kelas <em>Unskill</em></strong>. Golongan <em>unskill </em>terdiri dari pramuwisma, tukang kebun, dan pegawai kebersihan jelan.</li>
</ul>
<p>Nah, itulah <a href="https://www.freedomnesia.id/">macam-macam stratifikasi sosial</a> berdasarkan kriteria beserta penjelasannya. Demikian artikel yang bisa kami bagikan tentang salah satu materi sosiologi dalam bab &#8220;perbedaan, keseteraan, dan harmoni sosial&#8221;, dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/macam-macam-stratifikasi-sosial/">Macam-Macam Stratifikasi Sosial</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/macam-macam-stratifikasi-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengertian Imitasi</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/imitasi/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/imitasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Sep 2019 08:45:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=642</guid>

					<description><![CDATA[<p>Imitasi adalah? Manusia merupakan makhluk sosial sehingga tidak terlepas dari berinteraksi dengan manusia lainnya. Interaksi tersebut tak hanya dengan orang yang dikenal, bahkan terkadang berinteraksi dengan orang yang baru  dikenal. Dalam setiap berinteraksi dengan orang lain, tentu kita pernah mendengar kata &#8211; kata yang membuat hati merasa lebih senang, sedih, terharu dan bahkan membuat tertawa. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/imitasi/">Pengertian Imitasi</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Imitasi adalah?</strong> Manusia merupakan makhluk sosial sehingga tidak terlepas dari berinteraksi dengan manusia lainnya. Interaksi tersebut tak hanya dengan orang yang dikenal, bahkan terkadang berinteraksi dengan orang yang baru  dikenal.</p>
<p>Dalam setiap berinteraksi dengan orang lain, tentu kita pernah mendengar kata &#8211; kata yang membuat hati merasa lebih senang, sedih, terharu dan bahkan membuat tertawa. Dan juga, dengan melihat suatu hal yang menarik atau banyak orang yang menggunakannya, banyak yang malah ikut &#8211; ikutan meniru. Nah mengapa demikian?</p>
<p>Dalam ilmu sosiologi, sifat demikian dikenal dengan istilah imitasi dalam hubungannya dengan interaksi sosial. Biasanya kita mengenal kata imitasi sebagai istilah lain dari tiruan. Definisi imitasi dalam ilmu sosiologi merupakan suatu dorongan untuk meniru sesuatu yang ada pada orang lain. Imitasi ini muncul karena adanya minat, perhatian, dan adanya sikap mengagumi seseorang. Imitasi ada karena seseorang memiliki contoh atau role model yang ingin ia tiru.</p>
<h2>Pengertian Imitasi</h2>
<p>Imitasi adalah proses meniru sesuatu yang dilakukan oleh orang lain, misalnya cara berbicara, tingkah laku, gaya rambut, gaya bicara, dan lain-lain.</p>
<p>Definisi lain, imitasi merupakan suatu proses dalam berinterkasi sosial dimana seseorang belajar dengan cara meniru sikap, tindakan, tingkah laku, karakter maupun kebisaan seseorang hingga tentang gaya hidupnya. Proses ini biasanya pertama kali terjadi lingkungan keluarga, kemudian terjadi di lingkungan pergaulan masyarakat.</p>
<blockquote><p><strong>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB)</strong>, imitasi adalah barang tiruan atau bukan barang asli. Contohnya kalung yang dibuat bukan dari emas, tetapi warnanya menyerupai emas, sedangkan dalam sastra seperti karya sastra tiruan (secara sengaja) dari karya sastra lain (asli).</p></blockquote>
<p>Imitasi ini tidak akan terjadi dengan sendirinya. Seseorang membutuhkan alasan sehingga dapat meniru seseorang. Dapat disimpulkan bahwa proses imitasi ini hanya terjadi jika seseorang mengagumi dan menerima apa yang akan ditiru. Hal ini tentu saja dapat bernilai positif ataupun negatif.</p>
<p>Jika seseorang melakukan imitasi dengan cara meniru orang yang baik, maka tentunya ia akan menjadi baik pula. Akan tetapi, jika ia hidup di lingkungan yang tidak baik atau kurang berpendidikan, dan ia mengagumi orang-orang dengan latar belakang seperti itu, maka pada akhirnya ia juga akan menjadi pribadi yang tidak baik.</p>
<h2>Contoh Imitasi</h2>
<p>Imitasi merupakan sebuah tindakan sosial yang meniru sikap, tindakan, dan tingkah laku atau penampilan fisik seseorang (idola). Proses imitasi bisa berdampak positif apabila tokoh yang ditiru mempunyai sifat dan perilaku yang secara umum baik, begitu juga sebaliknya jika negatif.</p>
<figure id="attachment_643" aria-describedby="caption-attachment-643" style="width: 768px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-643 size-full" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/09/Pengertian-imitasi.jpg" alt="" width="768" height="512" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/09/Pengertian-imitasi.jpg 768w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/09/Pengertian-imitasi-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption id="caption-attachment-643" class="wp-caption-text">Contoh Imitasi yang dilakukan oleh seorang anak</figcaption></figure>
<p>Hal ini tentunya dapat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku orang yang melakukan proses imitasi. Berikut contoh imitasi positif dan negatif.</p>
<h3>Contoh Imitasi Positif</h3>
<p>Berikut beberapa contoh penerapan imitasi yang sifatnya positif:</p>
<p>1. Seorang anak dibesarkan di lingkungan pekerja keras, di mana ayahnya merupakan pekerja keras dan taat beribadah. Anak tersebut sangat mengagumi sang ayah sehingga ia mengimitasi sikap ayahnya dan tumbuh menjadi pekerja keras dan taat beribadah.</p>
<p>2. Seorang anak bergaul dengan teman-teman yang rajin belajar, pada akhirnya akan rajin belajar juga. Tindakan teman-teman sepergaulannya akan banyak ditiru jika ia merasa apa yang dilakukan teman-temannya itu memang sangat baik.</p>
<p>3. Seorang anak sering menonton acara sepak bola dan ingin menjadi pesepak bola handal. Biasanya akan mengimitasi skil atau kemampuan dari pemain sepakbola yang ia sukai.</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga:</strong> <a href="https://www.freedomnesia.id/hubungan-sosial/">Pengertian Hubungan Sosial</a></p></blockquote>
<h3>Contoh Imitasi Negatif</h3>
<p>Berikut beberapa contoh penerapan imitasi yang sifatnya negatif:</p>
<p>1. Jika anak-anak yang lahir di keluarga yang ayahnya ternyata pemabuk akan cenderung ikut-ikitan untuk mabuk di masa depan.</p>
<p>2. Anak-anak yang bergaul di lingkungan masyarakat yang tidak besekolah akan kurang menyukai pendidikan sehingga akhirnya akan putus sekolah pula.</p>
<p>3. Anak-anak yang terlalu banyak menonton acara kekerasan seperti tarung bebas akan cenderung melakukan kekerasan terhadap teman-temannya yang lain.</p>
<p>Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa pengaruh imitasi memang sangat besar terutama dalam masa perkembangan seorang anak. Anak kecil masih meniru perilaku orang dewasa untuk menentukan sikapnya, lain halnya dengan orang dewasa yang sudah menemukan jati diri sehingga tidak mudah untuk meniru dan mengimitasi sikap-sikap negatif dari orang lain.</p>
<p>Oleh karena itu, maka orang tua wajib untuk memberikan contoh yang baik bagi anak serta memberikan lingkungan kehidupan yang baik bagi anak jika ingin anak memiliki masa depan yang cerah. Demikianlah penjelasan mengenai <em>pengertian imitasi </em>dan contoh pengaruh imitasi. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/imitasi/">Pengertian Imitasi</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/imitasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hubungan Sosial</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/hubungan-sosial/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/hubungan-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Aug 2019 12:29:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=444</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hubungan sosial adalah? Dalam kehidupan sehari-hari selalu terjadi hubungan sosial. Semakin heterogen suatu masyarakat, intensitas hubungan sosial akan semakin tinggi. Dalam kegiatan sehari-hari, hubungan sosial menunjukkan interaksi timbal balik antara individu dan individu, individu dan kelompok, serta kelompok dan kelompok. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna di antara makhluk lain karena dibekali oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/hubungan-sosial/">Hubungan Sosial</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hubungan sosial adalah?</strong> Dalam kehidupan sehari-hari selalu terjadi hubungan sosial. Semakin heterogen suatu masyarakat, intensitas hubungan sosial akan semakin tinggi. Dalam kegiatan sehari-hari, hubungan sosial menunjukkan interaksi timbal balik antara individu dan individu, individu dan kelompok, serta kelompok dan kelompok.</p>
<p>Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna di antara makhluk lain karena dibekali oleh akal dan pikiran. Oleh karena itu, manusia mampu berpikir sebelum berkata dan bertindak. Dengan demikian, manusia dapat menjaga hubungan yang baik dengan sesama demi mewujudkan hubungan sosial yang sehat.</p>
<h2>Pengertian Hubungan Sosial</h2>
<p>Hubungan sosial adalah hubungan timbal balik yang terjadi antara individu satu dan individu lain yang saling memengaruhi dengan dasar kesadaran untuk saling menolong. Hubungan sosial senantiasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya berkumpul dengan anggota keluarga di rumah, kegiatan belajar mengajar di kelas, kegiatan jual beli di pasar, atau berbagai kegiatan lain yang terjadi di masyarakat.</p>
<p>Dengan bergulirnya globalisasi hubungan sosial kini telah bergeser menjadi kehidupan masyarakat global. Globalisasi seolah telah mengaburkan batas-batas wilayah dan negara sehingga setiap individu harus bersiap-siap untuk menghadapi segala bentuk perubahan termasuk dalam hal hubungan sosial.</p>
<h2>Ciri-Ciri Hubungan Sosial</h2>
<p>Ciri-ciri hubungan sosial antara lain adalah sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Pelakunya lebih dari satu orang, yaitu bisa dua orang atau lebih.</li>
<li>Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial.</li>
<li>Pihak=pihak yang bersangkutan mempunyai maksud dan tujuan yang jelas, terlepas dari apakah kedua belah pihak memiliki kesamaan tujuan atau tidak.</li>
<li>Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang) yang akan menentukan skap aksi yang sedang berlangsung.</li>
<li>Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu.</li>
</ul>
<h2>Syarat Terjadinya Hubungan Sosial</h2>
<p>Hubungan sosial hanya dapat berlangsung apabila memenuhi dua syarat, yaitu adanya kontak sosial dan juga adanya komunikasi. Berikut masing-masing penjelasannya.</p>
<h3>1. Kontak Sosial (<em>Social Contact</em>)</h3>
<p>Kontak berasal dari kata <em>con</em> atau <em>cun</em> yang artinya bersama-sama, dan <em>tango</em> yang artinya menyentuh. Jadi secara harfiah, pengertian dari kontak adalah saling menyentuh. Dalam sosiologi, pengertian kontak tidak hanya diartikan bersentuhan fisik saja, adakalanya sebuah kontak berlangsung tanpa adanya sentuhan fisik, misalnya melalui telepon, menulis surat, dan internet.</p>
<p>Kontak hanya dapat berlangsung apabila kedua belah pihak sadar akan kedudukan atau kondisi masing-masing. Untuk itu, kontak memerlukan kerja sama dengan orang lain. Dalam era globalisasi, kontak dapat berlangsung tidak hanya secara langsung, tetapi juga berlangsung secara tidak langsung melalui beberapa medua yang hal ini dapat terjadi karena ada kemajuan teknologi yang semakin canggih. Misalnya dengan adanya internet, HP, telepon, telegram, facebook, <em>e-mail</em>.</p>
<p>Saat ini, sarana komunikasi menggunakan teknologi canggih dapat diakses oleh semua kalangan dan hal itu semakin mempermudah berlangsungnya kontak sosial.</p>
<h3>2. Komunikasi</h3>
<p>Hampir setiap hari kita melakukan komunikasi. Komunikasi merupakan proses pengiriman pesan, ide, dan gagasan dari komunikator kepada komunikan. Komunikasi menjadi sarana yang penting dalam proses penyampaian informasi. Komunikasi terjadi baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.  Komunikasi juga terjadi pada orang yang sudah saling mengenal ataupun mereka yang baru pertama kali bertemu, misalnya ketika menanyakan sebuah alamat kepada seseorang yang Anda temui di jalan.</p>
<p>Komunikasi dapat berjalan lancar apabila masing-masing dapat memahami maksud dengan baik. Sebaliknya, komunikasi tidak dapat berjalan lancar jika terjadi salah paham atau salah satu pihak salah menafsirkan maksud dari pihak lainnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://www.freedomnesia.id/internalisasi/">Apa itu internalisasi? Pengertian Internalisasi</a></strong></p>
<p>Komunikasi yang dilakukan seseorang dapat dikategorikan komunikatif apabila penyampaian pesan yang dilakukan diproses secara berdaya guna dan berhasil guna. Berdaya guna artinya pesan disampaikan secara praktif efieisn, rasional, dan mudah. Adapun komunikasi dikatakan berhasil guna apabila pesan mengandung maksud dan tujuan yang jelas sehingga si komunikan melaksanakan atau menangapi kegininan kominikator dengan baik.</p>
<h2>Pola Hubungan Sosial</h2>
<p>Hubungan yang terjadi antara individu dan individu, individu dan kelompok, serta kelompok dan kelompok bersifat dinamis serta mempunyai pola tertentu. Jika suatu hubungan sosial berlangsung secara berulang-ulang menurut pola yang sama dan bertahan untuk jangka waktu yang lama, akan tercipta suatu hubungan sosial yang relatif mapan. Ditinjau berdasarkan bentuknya, hubungan sosial dapat diklasifikaskan menjadi tiga pola yaitu sebagai berikut.</p>
<h3>1. Hubungan Sosial antara Individu dan Individu</h3>
<p>Hubungan yang berlangsung antara individu dan individu dipengaruhi oleh pikiran dan perasaan yang mengakibatkan munculnya beberapa fenomena, seperti jarak sosial, perasaan simpati, dan antipati, serya intensitas dan frekuensi interaksi.</p>
<h3>2. Hubungan Sosial antara Individu dan Kelompok</h3>
<p>Pola hubungan individu dan kelompok merupakan bentuk hubungan antara individu dan individu sebagai anggota suatu kelompok yang menggambarkan mekanisme kegiatan kelompoknya. Setiap perilaku dan interaksi yang tercipta didasari kepentingan kelompok, duatur dengan tata cara yang ditentukan kelompoknya, dan segala akibat dari hubungan merupakan tanggung jawab bersama,</p>
<p>Sebagai contoh, hubungan antara ketua dan anggotanya dalam OSIS tidak dikatakan hubungan antarindividu, tetapi hubungan antarindividu dengan kelompok sebab menggambarkan mekanisme kelompoknya.</p>
<h3>3. Hubungan Sosial antara Kelompok dan Kelompok</h3>
<p>Pola hubungan kelompok dan kelompok mempunyai ciri-ciri khusus berdasarkan pola yang tampak. Pola hubungan antarkelompok dapat terjadi karena aspek etnis, ras, dan agama, termasuk juga di dalamnya perbedaan jenis kelamin serta usia, institusi, partai, organisasi, dan sebagainya. Contoh: masyarakat saling berbaur meskipun mereka berbeda agama, etnis, atau ras.</p>
<h2>Faktor Pendorong Hubungan Sosial</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-452" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/08/Hubungan-sosial.jpg" alt="" width="599" height="399" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/08/Hubungan-sosial.jpg 1280w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/08/Hubungan-sosial-300x200.jpg 300w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/08/Hubungan-sosial-768x512.jpg 768w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/08/Hubungan-sosial-1024x682.jpg 1024w" sizes="auto, (max-width: 599px) 100vw, 599px" /></p>
<p>Keberlangsungan hubungan sosial sebagai bagian dari hubungan manusia dilandasi oleh adanya beberapa faktor. Soerjono Soekanto mengemukakan tentang adanya beberapa faktor yang menjadi pendorong hubungan sosial, yaitu sebagai berikut.</p>
<h3>1. Imitasi</h3>
<p>Imitasi adalah proses meniru sesuatu yang dilakukan oleh orang lain, misalnya cara berbicara, gaya rambut, gaya bicara, dan lain-lain. Proses imitasi bisa berdampak positif apabila tokoh yang ditiru mempunyai sifat dan perilaku yang secara umum baik, begitu juga sebaliknya jika negatif. Hal ini dapat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku orang yang melakukan proses imitasi.</p>
<p>Contoh imitasi adalah seorang anak yang kesehariannya melihat ibunya berpakaian sopan dan bertutur kata yang santun, maka ia akan menirunya. Contoh lainnya adalah seorang remaja yang mengidolakan pemain bola David Beckham, kemudian ia meniru gaya rambutnya.</p>
<h3>2. Sugesti</h3>
<p>Sugesti adalah pemberian pengaruh pandangan seseorang kepada oran lain dengan cara tertentu sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/pengaruh tersebut tanpa berpikir panjang. Pada umumnya proses sugesti berlangsung dengan menggugah rmosi spontan, sehingga pandangan tersebut tertanam dalam diri individu tanpa proses mengkritisi.</p>
<p>Contoh sugesti adalah Tania menganggap bahwa Dokter Joni adalah dokter hebat. Apa pun yang dikatakan oleh sang dokter akan ia patuhi dan ia pun sembuh. Maka, ketika Tania sakit, ia akan selalu memeriksakan ke Dokter Joni karena ia akan lekas sembuh jika diobati oleh Dokter Joni. Keyakinan dan apa yang dialami oleh Tania merupakan salah satu bentuk sugesti.</p>
<h3>3. Simpati</h3>
<p>Simpati adalah perasaan tertarik yang timbul dari dalam diri seseorang terhadap orang lain. Adanya rasa ketertarikan tersebut membuatnya merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain sehingga orang yang bersimpati akan ikut terlarut dalam perasaan pikiran, kebahagiaan, bahkan kesedihan yang dirasakan oleh orang lain.</p>
<p>Contoh simpati adalah Wati ditinggal kedua orang tuanya saat berusia 5 tahun. Rini adalah teman sebangku Wati, tetapi selama ini Rini tidak banyak mengetahui tentang masa lalu Wati. Suatu saat akhirnya Wati bercerita tentang masa lalunya, Rini menjadi bersimpati terhadap Wati dan keduanya menjadi sangat akrab, bahkan bersahabat.</p>
<h3>4. Identifikasi</h3>
<p>Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan individu lain yang ditiru, contohnya seperti seseorang akan melakukan hal-hal seperti apa yang dilakukan oleh idolanya. Identifikasi diawali dengan sikap kekaguman seseorang terhadap orang lain (idola). Kekaguman tersebut bisa fisik, pemikiran, dan lain sebagainya.</p>
<p>Contoh identifikasi adalah Aman sangat mengagumi sosok Soekarno, ia menganggap Soekarno adalah sosok pemimpin yang kharismatik dan disegani semua orang. Beliau juga dikenal sebagai orator yang handal. Ia pun terobsesi menjadi sama dengan Soekarnno. Akhirnya, ia mulai meniru segala sesuatu yang ada pada diri sorkarno, misalnya cara berbicara.</p>
<h3>5. Empati</h3>
<p>Empati adalah proses kejiwaan seorang individu untuk larut ke dalam perasaan orang lain, baik suka maupun duka, dan seolah-olah merasakan ataupun mengalami apa yang dirasakan atau dialami oleh orang tersebut. Empati hampir sama dengan simpati, namun empati memposisikan seseorang dalam posisi yang sama dengan orang lain.</p>
<p>Contoh Empati adalah Mira mendengar berita tentang bencana alam di desa sebelah. Banyak korban yang mengungsi dan membutuhkan banyak bantuan. Mira pun merasa iba dengan nasib para pengungsi, kemudian Mira menggalang dana, lalu disumbangkan kepada para korban bencana alam tersebut.</p>
<h3>6. Motivasi</h3>
<p>Motivasi adalah dorongan, rangsangan, atau stimulus yang timbul secara sadar ataupun tidak sadar guna melakukan suatu tindakan berdasarkan rasionalitas dengan tujuan tertentu. Motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik</p>
<p>Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri individu. Adapun motivasi ekstrinsik adalah motovasi yang datang dari luar, bisa dari orang lain secara perseorangan ataupun kelompok.</p>
<h2>Teori Hubungan Sosial</h2>
<p>Teori dalam hubungan sosial dibedakan menjadi dua, yaitu tindakan sosial, dan interaksionisme simbolik. Berikut masing-masing penjelasannya.</p>
<h3>1. Tindakan Sosial</h3>
<p>Hubungan sosial yang berlangsung, baik antara individu dan individu, indibividu dan kelompok, maupun kelompok dan kelompok sesungguhnya didasari oleh suatu tindakan sosial. Apakah yang dimaksud dengan tindakan sosial? <a href="https://www.freedomnesia.id/tindakan-sosial/">Tindakan sosial</a> adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan berorientasi pada atau dipengaruhi oleh orang lain.</p>
<h3>2. Interaksionisme Simbolik</h3>
<p>Interaksi Simbolik adalah teori yang memiliki asumsi bahwa manusia membentuk makna melalui proses komunikasi. Interaksionisme simbolik merupakan salah satu model metodologi penelitian kualitatif berdasarkan pendekatan fenomenologis atau persepektif interpretif.</p>
<p>Nah, itulah pengertian mengenai hubungan sosial, ciri-ciri, syarat, pola, faktor dan teori hubungan sosial. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai hubungan sosial dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/hubungan-sosial/">Hubungan Sosial</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/hubungan-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
