Macam-Macam Stratifikasi Sosial

3 min read

Macam-Macam Stratifikasi Sosial

Perwujudan dari stratifikasi sosial adalah kelas-kelas sosial. Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelas sosial adalah suatu lapisan orang-orang yang berkedudukan sama dalam suatu status sosial.

Pada umumnya pembagian kelas didasarkan pada kriteria ekonomi, sosial, dan politik. Uraiannya adalah sebagai berikut.

1. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi

 

Macam-Macam Stratifikasi Sosial

Dalam stratifikasi ekonomi, warga masyarakat dibedakan menurut penguasaan dan kepemilikan materi. Pekerjaan, pendapatan, dan kekayaan akan membagi anggota masyarakat ke dalam beberapa stratifikasi. Setiap stratifikasi dalam stratifikasi ekonomi disebut kelas ekonomi (sering disebut kelas saja).

Istilah kelas ekonomi mempunyai arti relatif sama dengan istilah kelas sosial. Namun, kadang-kadang kelas sosial diartikan sebagai semua orang yang sadar akan kedudukannya di dalam suatu stratifikasi tanpa membedakan apakah dasar pelapisan itu pekerjaan, kekuasaan, uang, kepemilikan, ataupun yang lain.

Kelas-kelas sosial selalu digambarkn sebagai kerucut karena semakin tinggi kelas sosial, maka semakin sedikit jumlah warga masyarakay yang termasuk di dalamnya. Sebaliknya, semakin rendah suatu kelas sosial maka semakin banyak warga masyarakat yang dapat digolongkan di dalanya.

Hal ini tidak hanya berlaku pada stratifikasi sosial atas dasar kriteria ekonomi saja, tetapi juga berlaku pada bentuk-bentuk stratifikasi sosial yang lain. Dilihat dari kriteria ekonomi, secara garis besar terdapat tiga kelas sosial, yaitu sebagai beirkut:

  • Kelas Atas (Upper Class), terdiri dari kelompok orang-orang kaya yang dengan leluasa dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Kelas Menengah (Middle Class), terdiri dari kelompok orang-orang yang berkecukupan yang sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok (primer).
  • Kelas Bawah (Lower Class), terdiri dari kelompok orang-orang miskin yang masih belum dapat memenuhi kebutuhan primer.

2. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Politik

 

Macam-Macam Stratifikasi Sosial

Pelapisan sosial atas dasar kriteria politik merupakan perbedaan masyarakat menurut pembagian kekuasaan. Kekuasaan merupakan suatu kemampuan untuk memengaruhi pihak lain sesuai kehendak atau kemauan pemegang kekuasaan. Kekuasaan dan wewenang mempunyai perbedaan.

Kekuasaan merupakan setiap kemampuan untuk memengaruhi pihak lain, sedangkan wewenang merupakan kekuasaan yang melekat pada didi seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai dukungan atau mendapatkan pengakuan dari masyatakat.

Wewenang disebut juga otoritas (legalized power), yaitu hak untuk memengaruhi karena didukung oleh norma atau peraturan yang menentukan keteraturan dalam masyarakat. Apabila suatu kekuasaan dijelmakan ke dalam diri seseorang/sekelompok orang, maka orang/sekelompok orang tersebut disebut pemimpin.

Terdapat satu pola umum bahwa sistem kekuasaan akan selalu menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan pola perilaku yang berlaku di masyarakat. Masyarakat yang mempunyai kekuasaan dan wewenang umumnya ditempatkan pada lapisan masyarakat atas, yang meliputi para pejabat eksekutif, baik di tingkat pusat maupun desa, pejabat legislatif, dan pejabat yudukatif. Masyarakat yang tidak memiliki wewenang akan ditempatkan di lapisan masyarakat bawah.

Mac Iver berpandangan bahwa ada tiga pola umum sistem stratifikasi kekuasaan atau piramida kekuasaan, yaitu sebagai berikut:

a) Tipe Kasta

Macam-Macam Stratifikasi Sosial

Tipe kasta adalah sistem pelapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku serta hampir tidak terjadi mobilitas vertikal. Garis pemisah antara masing-masing lapisan ahmpir tidak mungkin ditembus.

Puncak piramida kekuasaan diduduki oleh raja/maharaja, yang lingkungannya didukung oleh kaum bangsawan, tentara, dan para pendeta. Lapisan selanjutnya dihuni oleh para petani dan buruh tanu, sedangkan lapisan terendah terdiri dari para budak.

b) Tipe Oligarkis

Macam-Macam Stratifikasi Sosial

Tipe oligarkis adalah sistem pelapisan kekuasaan yang mempunyai garis pemisah tegas, tetapi dasar pembedaan kelas sosial ditentukan oleh kebudayan masyarakat, terutama kesempatan bagi para warga masyarakat untuk mendapatkan kekuasaan tertentu.

Meskipun kedudukan warga masyarakat masih banyak didasarkan pada aspek kelahiran (ascribed status), tetapi individu masih diberikan kesempatan untuk naik ke strata yang lebih atas.

Pada setiap lapisan juga terdapat lapisan-lapisan yang lebih khusus lagi, sedangkan perbedaan antara lapisan-lapisan tidak terlalu mencolok. Tepi oligarkis dijumpai pada masyarakat feodal yang telah berkembang.

c) Tipe Demokratis

Macam-Macam Stratifikasi Sosial

Tipe demokratis merupakan sistem pelapisan kekuasaan yang terdapat adanya garis pemisah antarlapisan yang sifatnya mobil (bergerak). Hal terpenting yang menentukan kedudukan seseorang adalah kemampuannya dan kadang-kadang faktor keberuntungan, jadi faktor kelahiran tidak menentukannya.

Misalnya dalam suatu masyarakat demokratis, anggota-anggota partai politik dapat memperoleh kedudukan-kedudukan tertentu melalui partai politik.

3. Stratifikasi Sosial Berdasarkan Mata Pencaharian

Macam-Macam Stratifikasi Sosial

Hubungan antara mata pencaharian (pekerjaan) dan masalah ekonomi sangat erat. Namun hal tersbeut berkaitan pula dengan masalah sosial sebab dapat menyangkut harga diri (prestise) seseorang.

Mata pencaharian yang terpandang dan kedudukan yang tinggi akan mendatangkan penghasilan yang besar da membawa kesejahteraan bagi seseorang beserta anggota keluarganya. Dengan demikian, setiap orang akan berusaha untuk menduduki suatu profesi terhormat dan terpandang di masyarakat.

Secara umum, stratifikasi sosial berdasarkan kriteria mata pencaharian dibagi menjadi enam lapisan, yaitu sebagai berikut:

  • Kelas Elite. Golongan elite terdiri dari orang-orang kaya dan orang-orang yang menempati kedudukan/pekerjaan yang oleh masyarakat sangat dinilai atau dihargai, misalnya konglomerat, pejabat negara, direktur utama bank, pengusaha dengan modal besar dan lain-lain.
  • Kelas Profesional. Golongan profesional terdiri dari orang-orang yang berijazah dan bergelar serta orang-orang di dunia pedagangan yang berhasil, misalnya orang-orang yang bergelar sarjana, master, maupun doktor seperti dokter, jaksa, hakim, akuntan, dan insinyur.
  • Kelas Semiprofesional. Golongan semiprofesional terdiri dari para pegawai kantor, pedagang, teknisi yang berpendidikan menengah, dan mereka yang tidak bergelar.
  • Kelas Skill. Golongan skill terdiri dari orang-orang yang memiliki keterampilan mekanis, teknisi, dan kapster.
  • Kelas Semiskill. Golongan semiskill terdiri dari pekerja pabrik tanpa keterampilan, sopir, dan pelayan restoran.
  • Kelas Unskill. Golongan unskill terdiri dari pramuwisma, tukang kebun, dan pegawai kebersihan jelan.

Nah, itulah macam-macam stratifikasi sosial berdasarkan kriteria beserta penjelasannya. Demikian artikel yang bisa kami bagikan tentang salah satu materi sosiologi dalam bab “perbedaan, keseteraan, dan harmoni sosial”, dan semoga bermanfaat.

Poer
Poer Nothingツ
Poer Nothingツ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *