<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kerajaan - Freedomnesia</title>
	<atom:link href="https://www.freedomnesia.id/tag/kerajaan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.freedomnesia.id</link>
	<description>Kebebasan Ilmu Pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Dec 2020 15:22:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/06/cropped-Freedomnesia-Logo-32x32.png</url>
	<title>Kerajaan - Freedomnesia</title>
	<link>https://www.freedomnesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kerajaan Sriwijaya</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2020 15:22:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=2422</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Buddha yang berdiri pada abad ke-7 dibuktikan dengan adanya prasasti kedukan Bukit di Palembang (682). Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan yang kuat di Pulau Sumatera. Nah, karena pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang kehidupan politik Kerajaan Sriwijaya, maka kali ini kita akan membahas kehidupan ekonomi, sosial dan budaya Kerajaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/">Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kerajaan Sriwijaya</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Buddha yang berdiri pada abad ke-7 dibuktikan dengan adanya prasasti kedukan Bukit di Palembang (682). Sriwijaya menjadi salah satu kerajaan yang kuat di Pulau Sumatera. Nah, karena pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang <a href="https://www.freedomnesia.id/kehidupan-politik-kerajaan-sriwijaya/">kehidupan politik Kerajaan Sriwijaya</a>, maka kali ini kita akan membahas kehidupan ekonomi, sosial dan budaya Kerajaan Sriwijaya. Simak ulasannya berikut.</p>
<h3>Kehidupan Ekonomi Kerajaan Sriwijaya</h3>
<p>Salah satu faktor penyebab Kerajaan Sriwijaya disebut kerajaan maritim adalah karena Kerajaan Sriwijaya menitikberatkan perekonomiannya pada kegiatan perdagangan antarpulau dan antarkawasan.</p>
<p>Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang menguasai perdagangan di wilayah perairan Asia Tenggara. Sebagai pusat perdagangan, setiap kapal yang singgah di pelabuhan Sriwijaya diwajibkan untuk membayar pajak ke raja.</p>
<p>Dalam kronik <em>Sung-Shih</em> diceritakan bahwa rakyat Kerajaan Sriwijaya dibebaskan dari kewajiban membayar pajak kepada negara. Hal tersebut berbeda dengan kapal-kapalasing yang berlabuh di pelabuhan Sriwijaya.</p>
<p>Bagi Kerajaan Sriwijaya, kegiatan perdagangan dianggap penting karena Kerajaan Sriwijaya menguasasi Selat Malaka, Tanah Genting Kra, dan Selat Sunda yang menjadi urat nadi perdagangan di Asia Tenggara.</p>
<p>Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi pelabuhan transit yang ramai disinggahi kapal asing untuk mengambil air minum dan perbekalan makanan seta melakukan aktivitas perdagangan. Kerajaan Sriwijaya memperoleh banyak keuntungan dari komoditas ekspor dan pajak kapal asing yang singgah di pelabuhan-pelabuhan Sriwijaya.</p>
<p>Berikut beberapa barang yang menjadi komoditas ekspor Kerajaan Sriwijaya.</p>
<ol>
<li>Barang ekspor ke Arab antara lain kayu gaharu, kapur barus, kayu cendana, gading, timah, kayu ulin, rempah-rempah, dan kemenyan.</li>
<li>Barang ekspor ke Cina antara lain gading, air mawar, kemenyan, buah-buahan, gula putih, gelas, kapur barus, batu karang, pakaian, cula badak, wangi-wangian, bumbu masak, dan obat-obatan.</li>
</ol>
<h3>Kehidupan Sosial Kerajaan Sriwijaya</h3>
<p>Untuk meningkatkan kehidupan sosial masyarakat, Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan di sekitarnya dan mengembangkan pendidikan. Bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai pusat pendidikan agama Buddha adalah catatan I Tsing yang menyatakan bahwa terdapat seribu pendeta Buddha yang belajar agama Buddha di Sriwijaya, bahkan I Tsing menyarankan kepada pendeta Cina agar belajar terlebih dahulu di Sriwijaya sebelum melanjutkan pendidikan ke India.</p>
<p>Salah satu guru yang terkenal adalah Dharmakirti. Berdasarkan catatan I Tsing dapat diketahui bahwa rakyat Kerajaan Sriwijaya sudah berpendidikan tinggi. Oleh karena itu, Sriwijaya dapat dikatakan sebagai pusat ilmu pengetahuan agama.</p>
<h3>Kehidupan Budaya Kerajaan Sriwijaya</h3>
<p>Bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya memiliki kebudayaan yang tinggi adalah dari prasasti-prasasti yang ditemukan. Prasasti tersebut tidak lagi menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi sudah menggunakan bahasa Melayu Kuno. Hal tersbeut menunjukkan bahwa masyarakat Kerajaan Sriwijaya tidak menerima budaya asing begitu saja, tetapi disesuaikan dengan budaya setempat.</p>
<p>Hasil budaya peninggalan Kerajaan Sriwijaya adalah berupa prasasti, arca Buddha di Bukit Siguntang, bangunan suci di Jambi, kompleks Candi Muara Takus, beberapa bangunan suci di Gunung Tua (padang lawas), dan Arca Awalokiteswara yang ditemukan di Tapanuli Selatan.</p>
<p>Nah, itulah dia artikel singkat tentang kehidupan ekonomi, sosial dan budaya Kerajaan Sriwijaya beserta sejarahnya. Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang informasi salah satu kerajaan di Indonesia dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/">Kehidupan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Kerajaan Sriwijaya</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/kehidupan-ekonomi-sosial-dan-budaya-kerajaan-sriwijaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2020 14:59:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Kerajaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=2393</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan dapat diketahui bahwa letak Kerajaan Sriwijaya berada di wilayah Sumatra bagian selatan. Diperkirakan pemerintahannya terletak di tepi Sungai Musi atau di sekitar kota Palembang sekarang. Dari tepian Sungai Musi, pengaruh Kerajaan Sriwijaya terus meluas mencakup Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Bangka, Laut Jawa bagian barat, Bangka, Jambi Hulu, Semenanjung Malaya hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/">Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan dapat diketahui bahwa letak Kerajaan Sriwijaya berada di wilayah Sumatra bagian selatan. Diperkirakan pemerintahannya terletak di tepi Sungai Musi atau di sekitar kota Palembang sekarang.</p>
<p>Dari tepian Sungai Musi, pengaruh Kerajaan Sriwijaya terus meluas mencakup Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Bangka, Laut Jawa bagian barat, Bangka, Jambi Hulu, Semenanjung Malaya hingga ke Tanah Genting Kra. Luas wilayah laut yang dikuasasi Kerajaan Sriwijaya menjadikan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang besar.</p>
<h2>Sumber Kerajaan Sriwijaya Dalam Negeri</h2>
<p>Sumber sejarah mengenai Kerajaan Sriwijaya dapat diperoleh dari beberapa sumber, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Berikut adalah sumber Kerajaan Sriwijaya dari dalam Negeri.</p>
<h4>1. Prasasti Kedukan Bukit</h4>
<p>Isi prasasti ini adalah keterangan bahwa Raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa berhasil menaklukkan Kerajaan Melayu (Minangatamwan) dan berhasil memperluas kekuasaannya hingga ke Jambi.</p>
<h4>2. Prasasti Telaga Batu</h4>
<p>Secara garis besar isi prasasti ini adalah kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan di Kerajaan Sriwijaya dan tidak taat kepada perintah raja.</p>
<h4>3. Prasasti Talang Tuo</h4>
<p>Isi dari prasasti ini adalah titah Raja Dapunta Hyang untuk membangun Taman Srisetra sebagai tempat rekreasi untuk rakyat Sriwijaya.</p>
<h4>4. Prasasti Karang Berahi</h4>
<p>Isi dari prasasti ini adalah keterangan tentang penguasaan Sriwijaya atas daerah Jambi.</p>
<h4>5. Prasasti Ligor</h4>
<p>Isi dari prasasti ini menyebutkan tentang ibu kota Ligor yang berfungsi mengawasi pelayaran dan perdagangan di Selat Malaka. Selain itu, juga berisi pujian bagi raja yang berhasil menaklukkan musuh-musuhnya dan merupakan wujud kembar dewa kasta yang dengan kekuatannya disebut (sebagai dewa) Wisnu.</p>
<h4>6. Prasasti Kota Kapur</h4>
<p>Isi dari prasasti ini menyebutkan usaha Sriwijaya untuk menaklukkan Bhumi Jawa yang tidak tunduk kepada Sriwijaya.</p>
<h4>7. Prasasti Nalanda</h4>
<p>Isi prasasti ini adalah perintah pembangunan sebuah biara di Nalanda atas perintah Raja Balaputradewa. Dalam prasasti ini juga dituliskan bahwa Kerajaan Sriwijaya telah mengadakan hubungan dengan Kerajaan Pala di Benggala (India Timur).</p>
<h4>8. Candi Muara Takus</h4>
<p>Diperkirakan Candi Muara Takus dibangun pada abad VII-XII Masehi pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Candi Muara Takus ini memberikan keterangan bahwa masyarakat dan Kerajaan Sriwijaya beragama Buddha. Hal tersebut disebabkan kemiripan candi dengan Candi Asoka di India (merujuk ke peninggalan-peninggalan candi dari Raja Asoka yang menyebarkan agama Buddha di India).</p>
<h2>Sumber Kerajaan Sriwijaya dari Luar Negeri</h2>
<p>Sumber dari luar negeri yang menerangkan Kerajaan Sriwijaya adalah berita dari Cina, berita India, dan berita Arab</p>
<p>Nah, itulah dia artikel tentang sumber sejarah Kerajaan Sriwijaya beserta penjelasannya. Demikian artikel yang dapat freedomnesia.id bagikan untuk Anda, dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/">Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/sumber-sejarah-kerajaan-sriwijaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
