Taman Laut di Sulawesi Utara: Taman Nasional Bunaken

2 min read

Taman Laut di Sulawesi Utara: Taman Nasional Bunaken

Taman Nasional Bunaken merupakan taman nasional yang berada di laut yang letaknya berada di Sulawesi Utara, Indonesia. Taman ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai taman laut sejak 27 tahun yang lalu. Keindahan taman bawah laut bunaken sangat indah dan tidak perlu diragukan lagi, karena terdapat sekitar lebih dari 58 jenis terumbu karang, dan menjadi habitat dari 290 spesies terumbu karang.

Selain itu spesies yang menghuni Taman Nasional Bunaken juga cukup banyak, setidaknya lebih dari 90 spesies ikan yang hidup dikawasan taman nasional ini terhitung sejak tahun 1991. Selain spesies ikan, di taman ini juga terdapat banyak spesies lain, seperti moluska (hewan berbadan lunak) seperti cumi-cumi, reptil laut, mamalia laut, hingga spesies yang langka seperti penyu sisik (Hawksbill).

Taman Laut di Sulawesi Utara: Taman Nasional Bunaken

Penyu sisik (Hawksbill) merupakan salah satu jenis penyu yang langka, dan telah ditetapkan sebagai penghuni paling terkenal di Taman Nasional Bunaken. Selain penyu sisik, Taman Laut Bunaken juga memiliki makhluk khas laut lainnya seperti pohon damselfish, clownfish, anggelfish, dan masih banya lagi spesies yang hidup di Taman Nasional yang berada di Bunaken ini.

Taman Nasional Bunaken bisa dibilang sebagai perwakilan dari semua ekosistem laut yang ada di Indonesia, seperti meliputi padang rumput laut, terumbu karang, beberapa spesies iklan, dan ekosistem pantai. Keanekaragaman hayati yang ada di Taman Bunaken sangat bagus dan cukup mempesona, dan hampir 70% spesies yang ada di dunia, baik itu spesies ikan, terumbu karang, dan lain sebagainya ada di Taman Nasional ini.

Sejarah Taman Nasional Bunaken

Taman nasional ini resmi didirikan pada tahun 1991, meliputi luas wilayah seluas 890.65 km². Luas wilayah yang cukup besar tersebut, 97% luas wilayahnya berupa habitat laut, sementara 3% sisanya merupakan daratan yang meliputi daratan yang terdiri dari lima pulau yaitu Pulau Bunaken, Manado Tua, Mantehege, Siladen dan Naen.

Taman Nasional Bunaken Resmi didirikan pada tahun 1991, namun dalam perkembangannya tidak berdiri secara langsung. Taman ini memiliki sejarah perkembangan dari tahun ke tahun secara bertahap. Pada tahun 1975, kawasan Taman Nasional Bunaken mulai ditemukan. Keadaan awalnya masih tenang dan damai, seperti halnya kawasan yang baru di temukan.

Taman ini kemudian baru direncakan untuk dijadikan Taman laut pada tahun 1980 berdasarkan surat keputusan Gubernur Nomor 224 tahun 1980, meliputi kawasan Pulau Bunaken dan perairannya untuk dikembangkan sebagai kawasan Wisata Laut Manado atau Taman Laut Manado. Dan pada tahun 1984 diadakan perluasan kawasan laut wisata Manado, dengan ditambahkannya Arakan-Wawontulap.

Pada tahun 1989 melalui surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 328/Kpts-II/1986, Taman Laut Bunaken Manado Tua ditetapkan sebagai cagar alam yang mencakup beberapa Pulau, seperti Pulau Bunaken, Manado Tua, dan perairan serta wilayah pesisir di sekitar Tanjung Pisok yang letaknya di sebelah utara Teluk Manado.

Sejak resmi didirikan sebagai kawasan taman nasional pada tahun 1991, Taman Laut Bunaken kemudian resmi ditetapkan menjadi warisan dunia oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Penduduk Sekitar Taman Nasional Bunaken

Di sekitar Taman Laut Bunaken, setidaknya terdapat 22 desa yang berada dekat dengan taman nasional ini dengan jumlah penduduk lebih dari 35.000 juta jiwa. Kebanyakan penduduk di wilayah ini berprofesi sebagai nelayan, petani kepala, berkebun ubi jalar dan pisang, serta membudidayakan rumput laut untuk di eksport ke mancanegara. Sementara itu, sisanya bekerja sebagai pemandu wisata di Taman Nasional Bunaken, seperti pekerja di Cottage dan nahkoda kapal wisata.

Taman Laut di Sulawesi Utara: Taman Nasional Bunaken

Penduduk di sekitar wilayah Taman Nasional Bunaken berasal dari tujuh kelompok etnik dan berasal dari suku yang berbeda-beda. Diantaranya suku tersebut, mayoritas berasal dari Suku Sangihe dan lainnya berasal dari Suku Gorontalo, Suku Bajo, Suku Minahasa dan Suku Bugis. Bahasa yang digunakan penduduk di wilayah Taman Nasional ini adalah Melayu-Minahasa.

Flora dan Fauna Taman Nasional Bunaken

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa Taman Nasional Bunaken memiliki ekosistem terumbu karang yang sangat kaya dan lebih dari 390 spesies terumbu karang di dunia ada di Taman ini. Tumbuhan laut atau alga laut cukup banyak ditemui jenisnya di wilayah ini, mulai dari Caulerpa, Padina, dan Halimeda. Sedangkan untuk jenis rumput laut yang bisa ditemui di Taman ini adalah Thalassaodendron ciliatum, Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides.

Selain tanaman laut dan terumbu karang, Taman Nasional Bunaken juga mempunyai berbagai jenis spesies lain, seperti mamalia laut, ikan, kura-kura endemik, reptil, burung, hewan moluska, dan juga pohon mangrove. Untuk jenis ikan sendiri, di Taman ini setidaknya lebih dari 90 spesies ikan yang tinggal di wilayah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *