<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bahas Indonesia - Freedomnesia</title>
	<atom:link href="https://www.freedomnesia.id/tag/bahas-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.freedomnesia.id</link>
	<description>Kebebasan Ilmu Pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2020 15:09:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>

<image>
	<url>https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2019/06/cropped-Freedomnesia-Logo-32x32.png</url>
	<title>Bahas Indonesia - Freedomnesia</title>
	<link>https://www.freedomnesia.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengertian Debat: Tujuan, Ciri, Struktur, Unsur, dan Manfaat</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/debat/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/debat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2020 14:51:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Debat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=1106</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita sering melihat suatu perdebatan di televisi, terutama dalam hal yang berhubungan dengan politik. Debat sendiri diartikan sebagai kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Pengertian Debat Pengertian debat secara umum adalah kegiatan adu argumen antara dua pihak atau lebih, baik itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/debat/">Pengertian Debat: Tujuan, Ciri, Struktur, Unsur, dan Manfaat</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kita sering melihat suatu perdebatan di televisi, terutama dalam hal yang berhubungan dengan politik. Debat sendiri diartikan sebagai kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan.</p>
<h2>Pengertian Debat</h2>
<p>Pengertian debat secara umum adalah kegiatan adu argumen antara dua pihak atau lebih, baik itu perorangan ataupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan perbedaan. Aspek utama dalam melaksanakan debat adalah adanya perbedaan sudut pandang.</p>
<blockquote><p>Menurut KBBI, debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.</p></blockquote>
<p>Dengan demikian kunci utama dalam debat adalah perbedaan. Dalam debat tidak ada sikap kompromistik. Tanpa kompromistik akan mendorong seseorang untuk benar-benar mencari argumentasi yang kuat atas pendiriannya.</p>
<h3>Pengertian Debat Menurut Para Ahli</h3>
<p>Adapun pengertian debat lainnya menurut para ahli adalah sebagai berikut.</p>
<ul>
<li><strong>Menurut G. Sukadi</strong>, debat adalah kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.</li>
<li><strong>Menurut Asidi Dipodjojo (1982)</strong>, debat adalah suatu proses komunikasi yang dilakukan secara lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan gagasan atau pendapat.</li>
<li><strong>Menurut Hendri Guntur Tarigan (1984)</strong>, debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.</li>
<li><strong>Menurut Dori Wuwur (1990)</strong>, debat adalah saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak.</li>
<li><strong>Menurut Kamdhi (1995)</strong>, debat adalah suatu pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu pokok masalah dimana masing-masing peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.</li>
</ul>
<h2>Tujuan Debat</h2>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1110" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Tujuan-debat.jpg" alt="" width="626" height="469" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Tujuan-debat.jpg 626w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Tujuan-debat-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 626px) 100vw, 626px" /></p>
<p>Debat bertujuan menyakinkan orang lain, mendengarkan pendapat-pendapat yang berbeda dan pada akhirnya menghargai berbagai perbedaan, serta mendiskusikan atau memutuskan masalah dan perbedaan atas suatu hal.</p>
<p>Dalam lingkup formal, debat dapat dilakukan dalam institusi legislatif seperti parlemen utama di negara yang menggunakan sistem oposisi. Debat dilakukan dengan aturan yang jelas sehingga debat bisa menghasilkan melalui <em>voting</em> atau melalui keputusan juri.</p>
<p>Lebih sederhananya debat merupakan pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.</p>
<h2>Ciri-Ciri Debat</h2>
<p>Adapun ciri-ciri atau karakteristik debat adalah sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Terdapat dua sudut pandang yaitu afirmatif atau pro (pihak yang menyetujui topik) dan negatif atau kontra (pihak yang tidak menyetujui topik).</li>
<li>Adanya proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.</li>
<li>Adanya adu argumentasi yang bertujuan memperoleh kemenangan.</li>
<li>Hasil dapat diperoleh melalui <em>voting</em> atau keputusan juri.</li>
<li>Sesi tanya jawab bersifat terbatas dan bertujuan menjatuhkan pihak lawan.</li>
<li>Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator.</li>
</ul>
<h2>Struktur Debat</h2>
<p>Struktur debat antara lain sebagai berikut.</p>
<ol>
<li><strong>Pengantar (Isu)</strong>, yaitu mengandung topik yang akan didebatkan.</li>
<li><strong>Argumen</strong>, yaitu mengandung rangkaian alasan atau bukti dengan tujuan mendukung hal yang didebatkan.</li>
<li><strong>Simpulan</strong>, yaitu mengandung pernyataan yang menegaskan hal yang didebatkan.</li>
</ol>
<h2>Kaidah Kebahasaan Debat</h2>
<p>Adapun unsur kaidah kebahasan debat adalah sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Bahasa yang digunakan harus benar sesuai dengan kaidah bahasa baku baik tata ejaan dan tata bahasanya.</li>
<li>Penyampaian ide harus tepat sesuai fakta yang ada dan dapat di terima oleh akal sehat dan sistematis</li>
<li>Kata yang di sebutkan memiliki makna yang sebenarnya (Denotatif)</li>
</ul>
<h2>Unsur Debat</h2>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1109" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Unsur-debat.jpg" alt="" width="820" height="521" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Unsur-debat.jpg 820w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Unsur-debat-300x191.jpg 300w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Unsur-debat-768x488.jpg 768w" sizes="(max-width: 820px) 100vw, 820px" /></p>
<p>Dalam sebuah debat melibatkan unsur-unsur sebagai berikut.</p>
<ol>
<li><strong>Mosi</strong>, adalah hal atau topik yang diperdebatkan. Adanya mosi sangat penting karena di dalam sebuah debat terdapat pihak pro dan kontra.</li>
<li><strong>Tim afirmatif/pihak pro</strong>, adalah tim yang setuju terdapat hal yang diperdebatkan (mosi). Debat harus memiliki pihak pro atau pihak afirmatif yang setuju terhadap mosi yang telah diberikan. Pihak pro akan memberikan pidatonya terlebih dahulu mengenai alasan mengapa mendukung pernyataan di dalam mosi.</li>
<li><strong>Pihak negatif/kontra atau oposisi</strong>, adalah pihak yang tidak setuju atau menentang mosi yang diberikan dan pihak kontra akan menyanggah pernyataan dari pihak afirmatif.</li>
<li><strong>Pihak netral</strong>, adalah pihak yang memberikan dua sisi baik dukungan ataupun sanggahan terhadap mosi, maksudnya pihak ini tidak menaruh dukungan dan tidak condong terhadap salah satu pihak.</li>
<li><strong>Moderator</strong>, adalah orang yang memimpin dan membantu jalannya perdebatan. Dalam debat harus ada moderator yang bertugas memimpin dan mengatur jalannya debat. Tata tertib debat, memperkenalkan masing-masing pihak, dan penyampaian mosi akan dilakukan oleh moderator.</li>
<li><strong>Penulis atau notulen</strong>, adalah orang yang menulis kesimpulan suatu debat. Notulen bertugas mencatat hal-hal terkait debat yang sedang berlangsung, misalnya mosi debat, pernyataan moderator, penyampaian masing-masing tim atau pihak, dan hasil keputusan akhir.</li>
</ol>
<h3>Unsur-Unsur Debat Lainnya</h3>
<p>Unsur-unsur lain yang mendukung terjadinya debat adalah sebagai berikut.</p>
<h4>1. Materi debat</h4>
<p>Materi debat adalah topik utama yang akan dibahas dalam kegiatan debat. Beberapa yang termasuk dalam materi/tema debat di antaranya sebagai berikut.</p>
<ul>
<li><strong>Tema</strong>, yaitu ide pokok yang menjadi mosi debat.</li>
<li><strong>Tujuan</strong>, yaitu untuk mempertahankan pendapat atau argumen masing-masing pihak yang berdebat.</li>
<li><strong>Tahapan</strong>, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan debat (orientasi, pengumpulan fakta, pembahasan, dan kesimpulan).</li>
<li><strong>Tata tertib</strong>, yaitu peraturan yang ditetapkan dalam kegiatan debat.</li>
</ul>
<h4>2. Personalia Debat</h4>
<p>Personalia debat adalah semua pihak yang ikut terlibat di dalam kegiatan debat. Personalia debat terdiri dari sebagai berikut.</p>
<ul>
<li><strong>Panitia</strong>, yaitu penyelenggara kegiatan debat yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara.</li>
<li><strong>Moderator</strong>, yaitu pihak yang mengatur proses berlangsungnya kegiatan debat.</li>
<li><strong>Pihak pendukung</strong>, yaitu pihak yang mendukung emosi debat.</li>
<li><strong>Pihak penyanggah</strong>, yaitu pihak yang tidak setuju dengan pihak pendukung.</li>
<li><strong>Juri</strong>, yaitu pihak yang menilai proses berjalannya kegiatan debat.</li>
<li><strong>Publik</strong>, yaitu pihak yang mengikuti jalannya kegiatan debat.</li>
<li><strong>Penyedia dana</strong>, yaitu pihak yang menyediakan dana agar kegiatan debat terlaksana.</li>
<li><strong>Notulen</strong>, yaitu pihak yang bertugas mencatat semua hal yang berhubungan dengan debat, seperti mosi debat, pernyataan moderator, dan pihak yang berdebat, serta keputusan akhir.</li>
</ul>
<h4>3. Fasilitas Debat</h4>
<p>Fasilitas debat adalah semua perlengkapan dan alat yang dibutuhkan agar proses kegiatan debat dapat berjalan dengan baik. Fasilitas debat terdiri dari sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Lingkungan.</li>
<li>Ruangan debat.</li>
<li><em>Sound system</em>.</li>
<li>Media (<em>projector/OHP, sarana, </em>dan <em>prasarana</em>).</li>
</ul>
<h2>Etika Debat</h2>
<p>Adapun etika dalam berdebat yang baik adalah sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Menggunakan bahasa yang sopan.</li>
<li>Tidak menyela ketika lawan sedang berbicara.</li>
<li>Tidak berbelit-belit.</li>
<li>Tidak emosi.</li>
<li>Hindarkan jauh-jauh cara berfikir yang tidak masuk akal.</li>
</ul>
<h2>Manfaat Debat</h2>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1108" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Manfaat-debat.jpeg" alt="" width="612" height="433" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Manfaat-debat.jpeg 612w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/04/Manfaat-debat-300x212.jpeg 300w" sizes="(max-width: 612px) 100vw, 612px" /></p>
<p>Adapun manfaat dari debat adalah sebagai berikut.</p>
<ul>
<li>Menjadi sebuah bentuk perangsang pada kemampuan berfikir secara kritis dengan cara menggunakan berbagai macam cara.</li>
<li>Menjadi sebuah bentuk perangsang pada bagian dari topik kontroversial.</li>
<li>Menjadi seorang penyimak dan melakukan pencarian terhadap sisi positif dan juga negatif terhadap sebuah macam isu.</li>
<li>Melakukan pembelajaran tehradap berpikir secara sistematis dan juga analitis</li>
<li>Melakukan sebuah bentuk komunikasi dari berbagai macam bentuk hasil pemikiran yang dilakukan dengan orang lain.</li>
</ul>
<h2>Tata Cara Debat</h2>
<p>Adapun <a href="https://www.freedomnesia.id/tata-cara-debat/">tata cara dalam berdebat</a> antara lain sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Pertanyaan yang disampaikan tidak bersifat merendahkan orang lain</li>
<li>Kritikan, pendapat/argumen yang disampaikan tidak bertele-tele (membingungkan)</li>
<li>Argumen yang disampaikan bersifat logis dan relevan</li>
<li>Menggunakan kata ganti yang tepat : tidak menggunakan kata &#8220;aku dan kau&#8221;</li>
<li>Berbicara dengan jelas, singkat, sederhana, dan tidak terlalu cepat</li>
<li>Akhiri perdebatan dengan solusi yang sudah disetujui bersama agar tidak mengakibatkan permusuhan</li>
</ol>
<blockquote><p><strong>Baca juga:</strong> <a title="Contoh Teks Debat" href="https://www.freedomnesia.id/contoh-teks-debat/">Contoh Teks Debat</a></p></blockquote>
<h2>Referensi:</h2>
<p>https://brainly.co.id/tugas/14609746<br />
https://brainly.co.id/tugas/9618378<br />
https://brainly.co.id/tugas/8963306<br />
https://brainly.co.id/tugas/9681654<br />
https://brainly.co.id/tugas/10834914</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/debat/">Pengertian Debat: Tujuan, Ciri, Struktur, Unsur, dan Manfaat</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/debat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Contoh Teks Negosiasi Dalam Bentuk Dialog</title>
		<link>https://www.freedomnesia.id/contoh-teks-negosiasi/</link>
					<comments>https://www.freedomnesia.id/contoh-teks-negosiasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Poer]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2020 04:18:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Contoh Teks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.freedomnesia.id/?p=1087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap manusia umumnya pernah melakukan tawar-menawar dengan orang lain dalam jual beli, pengusaha dan pihak bank, maupun lainnya. Tawar-menawar ini sering disebut juga dengan negosiasi. Negosiasi sebenarnya tidak hanya ditemukan pada kegiatan jual beli, tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan negosiasi. Negosiasi ini dilakukan oleh pihak-pihak yang berbeda kepentingan untuk mencapai penyelesaian masalah dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/contoh-teks-negosiasi/">Contoh Teks Negosiasi Dalam Bentuk Dialog</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap manusia umumnya pernah melakukan tawar-menawar dengan orang lain dalam jual beli, pengusaha dan pihak bank, maupun lainnya. Tawar-menawar ini sering disebut juga dengan negosiasi. Negosiasi sebenarnya tidak hanya ditemukan pada kegiatan jual beli, tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan negosiasi.</p>
<p>Negosiasi ini dilakukan oleh pihak-pihak yang berbeda kepentingan untuk mencapai penyelesaian masalah dengan cara baik agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. Melalui negosiasi inilah akan menghasilkan jalan tengah yang merupakan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.</p>
<h2>Pengertian Teks Negosiasi</h2>
<p>Teks negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan mencapai kesepakatan antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Kedua belah pihak yang melakukan negosiasi mempunyai hak terhadap hasil yang akan disepakati. Hasil akhir negosiasi harus mempunyai persetujuan dari semua pihak sehingga semua pihak menerima hasil akhir dengan kesepakatan bersama.</p>
<h2>Ciri-Ciri Teks Negosiasi</h2>
<p>Hal yang membedakan antara teks negosiasi dan teks lainnya karena negosiasi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Menghasilkan kesepakatan (yang saling menguntungkan).</li>
<li>Mengarah pada tujuan praktis.</li>
<li>Memprioritaskan kepentingan bersama.</li>
<li>Merupakan sarana untuk mencari penyelesaian.</li>
</ol>
<h2>Tujuan Teks Negosiasi</h2>
<p>Adapun tujuan dilakukan negosiasi dalam hal bisnis, di antaranya sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Mencapai kesepakatan yang memiliki kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.</li>
<li>Mencapai penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi secara bersama.</li>
<li>Mencapai kondisi saling menguntungkan dan tidak ada yang dirugikan (<em>win-win solution</em>)</li>
</ol>
<h2>Manfaat Teks Negosiasi</h2>
<figure id="attachment_1089" aria-describedby="caption-attachment-1089" style="width: 655px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-1089 size-full" src="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/03/Manfaat-negosiasi.jpg" alt="" width="655" height="368" srcset="https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/03/Manfaat-negosiasi.jpg 655w, https://www.freedomnesia.id/wp-content/uploads/2020/03/Manfaat-negosiasi-300x169.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 655px) 100vw, 655px" /><figcaption id="caption-attachment-1089" class="wp-caption-text">Source img: learnenglish.britishcouncil.org</figcaption></figure>
<p>Manfaat yang bisa diperoleh dari melakukan negosiasi adalah melatih kemampuan kita dalam bersosialisasi dalam kehidupan masyarakat. Kita bisa menyampaikan pendapat dengan baik serta bisa mempertahankannya. Kemampuan bernegosiasi perlu diasah agar dapat memiliki kepandaian dan kesantunan dalam menyampaikan dan mempertahankan pendapat.</p>
<p>Kemampuan ini sangat memengaruhi hasil kesepakatan kedua belah pihak. Selain itu, untuk menciptakan jalinan kerja sama antara institusi, badan usaha, maupun perorangan dalam melakukan suatu usaha dan kegiatan bersama atas dasar saling pengertian. Proses negosiasi akan memberikan manfaat bagi perusahaan di antaranya membuat hubungan bisnis menjadi lebih luas dan pasar lebih berkembang.</p>
<h2>Contoh Teks Negosiasi Dalam Bentuk Dialog</h2>
<p>Di sebuah kelas, wali kelas sedang berdiskusi dengan siswa kelas X SMA Bhinneka tentang rencana memperingati hari kartini.</p>
<p><strong>Wali kelas :</strong> &#8220;Anak-anak sebentar lagi kita akan merayakan hari Kartini. Pihak sekolah memberikan kesempatan tiap kelas untuk mesukan dan saran bentuk acara apa yang akan kita lakukan untuk memperingati hari Kartini. Masihkah seperti tahun kemarin, kita mengadakan lomba keluwesan dengan pakaian adat atau ada masukan lain? Saran yang kalian sampaikan akan Ibu laporkan dalam rapat dengan kepala sekolah.&#8221;</p>
<p><strong>Siswa 1 :</strong> &#8220;Bu, kalau seperti tahun-tahun kemarin, apa tidak membosankan? Lomba keluwesan dengan pakian adat hampir setiap tahun dilaksanakan bahkan banyak sekolah yang mengadakannya? Bagaimana kalau kita adakan lomba lain yang berbeda?&#8221;</p>
<p><strong>Wali kelas :</strong> &#8220;Boleh saja, asalkan lomba masih berkaitan dengan peringatan Kartini. Mungkin ada usul dari yang lainnya?&#8221;</p>
<p><strong>Siswa 2 :</strong> &#8220;Iya Bu, saya pribadi tidak sepakat kalai diadakan lomba pakaian adat karena terus terang itu memberatkan karena biaya sewa pakaian adat dan riasnya sangat mahal. Bagaimana kalai diadakan lomba pidato bertema emansipasi wanita? Bukankah tema itu identik dengan cita-cita R.A. Kartini.&#8221;</p>
<p><strong>Wali kelas :</strong> &#8220;Wah, bagus usulmu, tetapi apakah siswa banyak yang tertarik untuk mengikuti lomba ini?&#8221;</p>
<p><strong>Siswa 3 :</strong> &#8220;Saya sepakat dengan ide lomba itu, Bu. Dengan lomba itu diharapkan sebagai sarana untuk belajar <em>public speaking</em> bagi siswa. Selain itu, bisa memupuk kepercayaan diri. Saya rasa keberhasila sebuah acara bukan bergantung pada berapa banyaknya yang ikut serta, tapi juga manfaat apa yang bisa kita dapatkan dari kegiatan tersebut.&#8221;</p>
<p><strong>Wali kelas :</strong> &#8220;Bagaimana dengan yang lain? Apakah kalian juga setuju?&#8221;</p>
<p><strong>Siswa-Siwa :</strong> &#8220;Setuju, Bu.&#8221;</p>
<p><strong>Wali kelas :</strong> &#8220;Baiklah kalau begitu, nanti akan Ibu sampaikan kepada kepala sekolah tentang usulan ini.&#8221;</p>
<h3>Contoh Teks Negosiasi Dalam Bentuk Dialog Singkat</h3>
<p>Penjual : &#8220;Ada yang bisa dibantu, Mas?&#8221;<br />
Pembeli : &#8220;Baju yang ini ukuran L ada <em>nggak</em>?&#8221;<br />
Penjual : &#8220;Ada Ma, sebentar saya ambilkan.&#8221;<br />
Pembeli : &#8220;Iya.&#8221;<br />
Penjual : &#8220;Ini Mas yang ukuran L.&#8221;<br />
Pembeli : &#8220;Berapa harganya, Mas?&#8221;<br />
Penjual : &#8220;Itu 300 ribu, Mas.&#8221;<br />
Pembeli : &#8220;Wah, apa <em>nggak</em> kemahalan, Mas? Bisa 250 <em>nggak</em>, Mas?&#8221;<br />
Penjual : &#8220;Tidak bisa Mas, paling kurnagi 10 ribu jari 290 ribu.&#8221;<br />
Pembeli : &#8220;Ya 275 ribu deh Mas, langsung saya beli.&#8221;<br />
Penjual : &#8220;Iya baiklah.&#8221;</p>
<p>Nah, itulah contoh teks negosiasi dalam bentuk dialog beserta pengertian teks negosiasi, ciri-ciri, tujuan dan manfaat. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai contoh teks dalam bahasa Indonesia. Sekian dan semoga bermanfaat.</p><p>The post <a href="https://www.freedomnesia.id/contoh-teks-negosiasi/">Contoh Teks Negosiasi Dalam Bentuk Dialog</a> first appeared on <a href="https://www.freedomnesia.id">Freedomnesia</a>.</p>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.freedomnesia.id/contoh-teks-negosiasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
