Unsur Puisi

2 min read

Unsur Puisi

Puisi adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, seperti lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya.

Penjelasan mengenai puisi tersebut, sementara dapat kita terima karena kita sering diajak oleh suatu ilusi tentang suatu keindahan, terbawa dalam suatu angan-angan, sejalan dengan keindahan penataan unsur bunyi, penciptaan gagasan, maupun suasana tertentu sewaktu membaca puisi.

Pengertian Puisi

Secara etimologi, istilah puisi berasal dari bahasa Yunani “pocima” yang berarti membuat atau “pocisis” yang berarti “pembuatan”, dan dalam bahasa Inggris disebut poein atau poetry. Puisi diartikan “membuat” dan “pembuatan” karena lewat puisi pada dasarnya seorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang mungkin berisi pesan atau gambaran suasana-suasana tertentu, baik fisik maupun batiniah.

Ada banyak definisi puisi yang diberikan para ahli, dan hal tersebut sangat berterima. Namun secara umum, puisi diartikan sebagai salah satu bentuk karya sastra yang berbeda dengan bentuk karya sastra yang lain yang berupa prosa.

Karakteristik Puisi

Secara lebih rinci, sebuah puisi memiliki karakteristik sebagai berikut.

  • Penulisan puisi dituangkan dalam bentuk bait yang terdiri dari baris-baris, bukan bentuk paragraf seperti prosa dan dialog seperti pada naskah drama.
  • Diksi yang digunakan dalam puisi biasanya bersifat kias, padat, dan indah.
  • Penggunaan perlambangan dan majas sangat dominan dalam bahasa puisi.
  • Pemilihan diksi yang digunakan mempertimbangkan adanya rima dan persajakan.
  • Setting, alur, dan tokoh dalam puisi tidak begitu ditonjolkan dalam pengungkapan.
  • Ambiguitas (memberikan banyak penafsiran).

Unsur-Unsur Puisi

Unsur Puisi

Secara sederhana, batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa unsur intrinsik, yaitu kata, larik, bait, bunyi, makna, rima dan irama. Tujuh unsur-unsur puisi tersebut saling memengaruhi keutuhan sebuah puisi.

  1. Kata. Unsur utama terbentuknya puisi adalah kata. Pemilihan kata yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain.
  2. Larik atau Baris. Larik atau baris menjadi unsur penting puisi berikutnya. Sebuah larik bisa berupa satu kata saja, bisa berbentuk frasa atau bisa pula seperti sebuah kalimat utuh. Pada puisi lama, jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buah, tapi pada puisi baru tak ada batasan,
  3. Bait. Bait adalah sebuah kumpulan larik/baris yang tersusun harmonis. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. Pada puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah, tetapi pada puisi baru tidak dibatasi.
  4. Bunyi. Unsur puisi yang lainnya adalah bunyi. Unsur bunyi dalam penyusunan dan pembacaan puisi dibentuk oleh dua faktor, yaitu rima/sajak dan irama/ritme.
  5. Rima. Rima atau persajakan merupakan bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait.
  6. Irama. Irama atau ritme merupakan pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi.
  7. Makna. Makna merupakan unsur yang mengandung tujuan dari pemilihan kata, pembentukan larik dan bait. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut.

Baca: Pengertian Deklamasi puisi

Unsur-Unsur Ekstrinsik Puisi

Selain unsur instrinsik puisi diatas, puisi masih terbagnun dari unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik puisi adalah unsur yang berada di luar naskah puisi. Unsurnya bisa saja berasal dari dalam diri penulis puisi atau lingkungan yang ditempati oleh sang penulis puisi tersebut. Adapun unsur ekstrinsik puisi diantaranya sebagai berikut.

  • Unsur biografi. Latar belakang atau riwayat hidup penulis puisi.
  • Unsur nilai dalam cerita. Seperti ekonomi, sosial, politik, adat istiadat, budaya, dan lain-lain.
  • Unsur kemasyarakatan. Situasi sosial ketika puisi itu dibuat.

Berdasarkan bentuknya, puisi dibedakan atas dua bagian, yaitu puisi konvensional dan puisi inkonvensional. Puisi konvensional merupakan jenis puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi sangat diperhatikan.

Dalam hal ini, yang tergolong di dalam adalah jenis puisi lama, misalnya pantun, syair, gurindam, bidal, talibun, dan banyak lagi yang lainnya. Puisi inkonvensional merupakan jenis puisi yang tidak terikat oleh pengaturan dalam penciptaan puisi. Meskipun demikian, dalam kedua bentuk puisi tersebut tetap terkandung ritme, rima, dan musikalitas.

Nah, itulah unsur-unsur puisi baik intrinsik maupun ekstinsik beserta penjelasannya. Demikian artikel yang bisa saya bagikan mengenai “unsur puisi” dalam materi puisi bahasa Indonesia. Jika ada pertanyaan mengenai unsur puisi bisa ditanyakan dibawah, sekian dan semoga bermanfaat.

Poer
Poer Nothingツ
Poer Nothingツ

Kesan dan Pesan Perpisahan

Poer Poer
4 min read

Teks Biografi

Poer Poer
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *