Protista Mirip Hewan (Protozoa)

3 min read

Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Protozoa merupakan protista mirip hewan yang berukuran mikroskopis dan mempunyai organel sel yang sederhana. Kata Protozoa berasal dari bahasa Yunani, protos yang berarti pertama atau mula-mula dan zoon yang berarti hewan, sehingga Protozoa diartikan sebagai hewan yang pertama.

Pengertian Protozoa

Secara umum, Pengertian Protozoa adalah suatu organisme seluler yang bersifat eukariotik dengan tidak memiliki dinding sel dan heterotrof serta dapat bergerak (motil). Protozoa dapat bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu), silia (rambut getar) dan flagela (bulu cambuk).

Berdasarkan kajian evolusi, Protozoa diduga menjadi organisme hewan yang sangat kompleks. Protozoa sendiri terdiri dari kurang lebih 65 ribu jenis yang sudah dikenali oleh para ilmuan.

Bagaimana ciri-ciri protozoa? Apakah memiliki ciri-ciri seperti protista mirip tumbuhan (alga)? Berikut informasi lengkapnya.

Ciri-Ciri Protozoa

Protista Mirip Hewan (Protozoa)

Protozoa mempunyai ciri-ciri umum yaitu sebagai berikut.

  • Bersel satu atau uniseluler dan mempunyai organisasi sel yang sederhana.
  • Mampu bergerak aktif dengan alat gerak berupa pseudopodium (kaki semu), silia (rambut getar), dan flagela (bulu cambuk) untuk bergerak atau melekat pada substrat atau organisme lain.
  • Protozoa berukuran mikroskopis, yaitu ada yang kurang dari 10 μm dan ada yang mencapai 6 mm, meskipun jarang.
  • Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan ada yang hidup bebas.
  • Kebanyakan hidup soliter atau berkoloni di tempat-tempat yang berair (akuatik).

Reproduksi Protozoa

Secara umum Protozoa berkembang biak secara aseksual yaitu dengan membelah diri, tetapi ada beberapa anggota dari Protozoa yang berkembang baik secara seksual dengan konjugasi, yaitu perpaduan antara individu yang belum dibedakan jenis kelaminnya, di mana kedua Protozoa melakukan pertukaran inti sehingga terjadi reorganisasi (perbedaan sifat) pada kedua Protozoa tersebut.

Klasifikasi Protozoa

Berdasarkan alat geraknya, Protozoa dibagi menjadi lima filum yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagellata, Suctoria, dan Sporozoa (Apicomplexa). Filum Suctoria sering dikelompokkan ke dalam filum Ciliata karena pada tahap awal hidupnya anggota dari filum Suctoria memiliki ciri seperti filum Ciliata yaitu memiliki rambut getar (silia) tetapi pada saat dewasa Suctoria bersifat sesil (melekat pada suatu tempat). Contoh Suctoria antara lain Sphenophyra dan Podophyra yang hidup sebagai parasit pada Stentor dan Paramecium.

Berikut akan dibahas empat filum lainnya dari Protozoa.

a. Filum Rhizopoda (Sarcodina)

Anggota dari filum Rhizopoda mempunyai ciri khas yaitu memiliki alat gerak yang berupa pseudopodium (kaki semu) yang merupakan penjuluran protoplasma. Ada dua tipe pseudopodium, yaitu tipe filopodia dan tipe labodia.

1.) Struktur Tubuh Amoeba

Struktur tubuh Amoeba terdiri dari sebagai berikut.

  • Membran sel, berfungsi mengatur keluar masuknya zat dan untuk melindungi protoplasma.
  • Sitoplasma, ada dua yaitu ektoplasma yang terletak di lapisan luar sitoplasma yang berdekatan dengan membram plasma dan tidak bergranula (bewarna jernih), serta endoplasma yang terletak pada bagian dalam membran plasma dan umumnya bergranula.
  • Nukleus (inti sel), berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung di dalam sel.
  • Vakuola makanan, berfungsi mencerna makanan dan mengedarkannya.
  • Vakuola kontraktif, berfungsi mengatur pembuangan sisa-sisa metabolisme dan mengatur tekanan osmotik dalam sel dengan cara berdenyut.
  • Pseudopodium (kaki semu), sebagai alat gerak dan menangkap mangsa.

2.) Struktur Amoeba

Perkembangbiakan pada Amoeba terjadi secara aseksual yaitu dengan melakukan pembelahan biner. Pada pembelahan ini, mula-mula inti sel membelah menjadi dua (kariokinesis) dan segera diikuti dengan pembelahan sitoplasma (sitokinesis). Di antara kedua inti sel terbentuk suatu lekukan membran plasma ke arah dalam sehingga membran plasma menggenting dan terputus menjadi dua sel anak yang sifatnya sama dengan induknya. Pada kondisi yang kurang menguntungkan, Amoeba mempertahankan diri dalam bentuk sista.

Adapun contoh lain dari organisme yang termasuk dalam filum Rhizopoda yaitu Entamoeba coli, Entamoeba gingivalis, Entamoeba histolytica, Entamoeba dysentriae, Difflugia, Foraminifera, Arcella, Radiolaria, dan, Heliozoa

b. Filum Ciliata

Ciliata mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Bergerak dengan silia (rambut getar) yang menutup seluruh permukaan tubuhnya. Silia lebih pendek daripada flagela.
  2. Merupakan hewan besel satu/monoseluler, yaitu sel-selnya dilapisi pelikel sehingga bentuknya tetap.
  3. Selnya, memiliki dua macam nukleus, yaitu mikronukleus yang dipertukarkan selama konjugasi dan makronukleus yang berperan dalam pertumbuhan, perkembangbiakan, dan fungsi seluler.
  4. Hidup di air tawar, air laut, dan ada yang hidup bersimbiosis komensalisme di dalam usus Vertebrata sebagai parasit.

c. Filum Flagellata

Anggota filum Flagellata dari subfilum Mastigophora biasanya hidup bebas di air dan ada juga yang hidup sebagai parasit pada manusia dan hewan yang menyebabkan penyakit pada usus dan kelamin, atau ada juga yang hidup sebagai saprofit pada organisme mati. Flagellata mempunyai ciri khas yaitu adanya satu atau beberapa flagela (bulu cambuk) pada ujung enterior tubuh yang berfungsi sebagai alat gerak, alat indra, untuk berenang, untuk mengetahui keadaan lingkungannya, dan berfungsi dalam menimbulkan arus untuk membawa makanan ke mulut.

Anggota dari filum Flagellata belum diketahui produksi seksualnya, sedangkan reproduksi aseksualnya dengan pembelahan biner dengan arah membujur. Beberapa contoh anggota filum Flagellata antara lain Giardia lambia, Trypanosoma brucei gambiense, Trypanosoma evansi, Trichomonas vaginalis, Leishmania tropica, Trichonympha campanula, dan Trypanosoma brucei rhodesiense.

d. Filum Sporozoa (Apicomplexa)

Anggota filum Sporozoa mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Tidak memiliki alat gerak sehingga untuk bergerak dengan mengubag kedudukan tubuhnya.
  2. Ekskresi dan respirasi terjadi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.
  3. Makanan diperoleh dengan menterap makanan dari inangnya.
  4. Sebagian besar hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia.
  5. Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni dan sporogoni, sedangkan secara seksual melalui persatuan gamet jantan (mikrogamet) dengan gamet betina (makrogamet) yang berlangsung di dalam tubuh nyamuk.

Contoh anggota dari filum Sporozoa antara lain Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax, dan  Plasmodium ovale. Siklus hidup Plasmodium menjalani menjalani metagenesis terjadi di alam tubuh manusia (reproduksi secara aseksual) dan di dalam tubuh nyamuk Anopheles betina (reproduksi secara seksual).

Peranan Protozoa bagi Kehidupan

Peranan Protozoa bagi kehidupan ada yang merugikan, tetapi tidak sedikit yang menguntungkan. Berikut adalah beberapa Protozoa yang menguntungkan dan yang merugikan bagi kehidupan.

a. Protozoa yang Menguntungkan

  1. Radiolaria, yang telah mati di dasar perairan membentuk endapan disebut lumpur radiolaria. Lumpur ini dapat digunakan sebagai bahan peledak dan alat penggosok.
  2. Entamoeba coli, membantu pencarnaan pada hewan ruminansia.
  3. Foraminifera, memiliki rangka luar yang dilapisi oleh silika/zat kapur (mengandung kalsium karbonat). Lapisan ini dapat digunakan sebagai petunjuk dalam pencarian sumber minyak bumi.

b. Protozoa yang Merugikan

  1. Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit chagas (anemia pada anak)
  2. Entamoeba coli, penyebab diare.
  3. Plasmodium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana.
  4. Leishmania donovani, penyebab penyakit kalaazar yang ditandai degan demam dan anemia.

Nah, itulah penjelasan mengenai protista mirip hewan atau protozoa, mulai dari pengertian, ciri-ciri, reproduksi, klasifikasi, hingga peran protozoa yang menguntungkan dan merugikan. Demikian artikel terlengkap mengenai protozoa dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *