Home » Biologi » Filum Porifera

Filum Porifera

1 min read

Filum Porifera

Filum Porifera – Berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang, nyatanya hewan-hewan yang di bumi ini ada yang tidak memiliki tulang belakang yang disebut sebagai kelompok Invertebrata dan ada yang memiliki tulang belakang atau disebut dengan vertebrata. Salah satu filum hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau Invertebrata adalah Porifera.

Pengertian Filum Porifera

Porifera adalah sebum filum pada hewan multiseluler yang paling sederhana. Porifera berasal dari kata “porus” yang berarti lubang-lubang kecil, dan “fera” yang berarti mengandung. Jadi, Porifera adalah hewan yang memiliki pori-pori.

Porifera dikatakann hewan yang paling sederhana, karena tubuhnya seperti tabung yang berpori dan di dalamnya terdapat rongga yang menganga. Rongga tersebut dinamakan spongosal. Walaupun begitu Porifera menjadi hewan yang terdiri atas banyak sel.

Filum porifera sebagian besar berupa spons atau bunga karang yang tidak lain adalah organisme multiseluler yang memiliki banyak pori. Pori-pori tersebut berguna agar air dapat masuk dan melewatinya. Porifera tidal memiliki taraf, pencernaan, ataupun sistem peredaran darah.

Lalu bagaimana cara film Porifera mendapatkan makanan dan oksigen? Porifera mendapatkan makanan dan oksijen mengandalkan aliran air yang masuk melalui pori-pori tubuh mereka, dan pori-pori tersebut juga digunakan untuk membuang limbah.

Ciri-Ciri Filum Porifera

  1. Tubuh simetri radial, tipe lapisan embrionalnya diploblastik (hanya tersusun dari ektoderm dan endoderm).
  2. Memiliki rongga tubuh (spongosol), lubang keluar (oskulum), dan pori (ostium).
  3. Pada lapisan dalam tubuh Porifera terdiri dari sel-sel berflagela (koanosit) yang berfungsi mencerna makanan. Zat makanan akan diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel-sel berflagela (koanosit) yang berfungsi mencerna makanan. Zat makanan akan diserap dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh sel amebosit.
  4. tubuhnya terdapat spikula-spikula yang mengandung zat kapur (kalsium), zat kersik (silikat) atau benang-benang spongin.
  5. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk kuncup (budding) dan gemmulae, serta reproduksi generatif secara hermafrodit.
  6. Habitat di perairan, terutama di laut.

Tipe-Tipe Saluran Air pada Porifera

  1. Tipe asconoid, ostium dihubungkan langsung ke spongosol, contohnya pada Leucosolenia sp.
  2. Tipe syconoid, ostium dihubungkan dengan saluran bercabang ke spongosol, contohnya pada Scypha sp.
  3. Tipe leuconoid (rhagon), merupakan tipe yang paling kompleks dimana air masuk melalui ostium menuju rongga-rongga bulat yang saling berhubungan, masuk ke spongosol dan keluar melalui oskulum, contohnya pada Spongila sp.

Klasifikasi Porifera

Berdasarkan bahan penyusun rangka tubuh (spikul), Porifera dibagi menjadi tiga kelas sebagai berikut.

  1. Kelas Calcarea: spikula disusun dari zat kapur (CaCO3). Contoh: Sycon sp. dan Clathrina sp.
  2. Kelas Hexactinellida: rangka tubuh disusun dari zat silikat atau zat kersik. Contoh: Euplectella sp. dan Pheronema sp.
  3. Kelas Demospongia: spikula disusun dari zat silikat, spongin, atau campurannya. Contoh: Callyspongia sp. dan Euspongia sp.

Nah, itulah informasi singkat mengenai filum porifera, mulai dari pengertian, ciri-ciri, tipe, dan juga klasifikasinya. Demikian artikel yang dapat saya bagikan mengenai salah satu filum hewan invertebrata atau hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Sekian dan semoga dapat membantu dalam tugas Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *