Pengertian Evaporasi, Faktor, Proses, Jenis dan Contoh

3 min read

Pengertian Evaporasi, Faktor, Proses, Jenis dan Contoh

Evaporasi merupakan istilah yang sering didengar khususnya pada mata pelajaran IPA. Nah, supaya lebih jelas lagi memahami makna evaporasi ini, yuk simak ulasan berikut sampai selesai!

Pengertian Evaporasi

Evaporasi adalah proses perubahan di dalam benda cair menjadi gas (penguapan). Evaporasi terjadi karena proses perubahan molekul dalam keadaan cair dengan spontan menjadi gas. Hal tersebut bisa dilihat dari lenyapnya cairan secara berangsur-angsur ketika terpapar pada gas dengan volume yang signifikan.

Menurut Wikipedia Indonesia, evaporasi berarti penguapan. Penguapan sendiri merupakan proses perubahan molekul dalam keadaan cair dengan spontan menjadi gas. Contoh paling umumnya adalah air yang menguap menjadi gas atau udara. Penguapan ini secara umum bisa dilihat dari lenyapnya cairan yang berangsur-angsur saat terpapar pada gas dengan volume yang signifikan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), evaporasi adalah proses yang terjadi apabila jumlah molekul yang keluar dari permukaan lebih besar daripada jumlah yang kembali ke permukaan air. Sedangkan dalam kimia, evaporasi merupakan proses perubahan zat cair menjadi gas atau uap air (penguapan).

Pengertian Evaporasi Menurut Para Ahli

Menurut Lakitan (1994), evaporasi adalah suatu proses penguapan air yang berasal dari permukaan bentangan air atau dari bahan padat yang mengandung air.

Menurut Robert B. long (1995), evaporasi adalah sebagai proses penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas.

Menurut Warren L. Mc Cabe (1999), evaporasi (penguapan) adalah perpindahan kalor ke dalam zat cair yang dapat mendidih. Panas tersebut dapat disuplai dengan macam-macam cara, baik secara alami dan penambahan steam.

Proses evaporasi ini selalu terjadi setiap hari karena merupakan siklus bumi yang akan terus berjalan. Misalnya saja dari air di danau, sungai, genangan, tetesan air, air laut, dan sebagainya. Hal yang mempengaruhi proses ini adalah sinar matahari. Saat terkena sinar matahari, air yang ada di bumi akan mengalami penguapan dan berkumpul di atmosfer bumi. Itulah beberapa arti dari evaporasi jika dijabarkan.

Baca: Pengertian Presipitasi

Faktor yang Mempengaruhi Evaporasi

Pengertian Evaporasi, Faktor, Proses, Jenis dan Contoh

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya proses evaporasi.

1. Perbedaan tekanan uap

Laju molekul air meninggalkan permukaan air akan tergantung pada tekanan uap dari zat cair, begitu juga dengan laju molekul air yang bergantung pada tekanan uap di udara. Dengan demikian, evaporasi tergantung pada perbedaan antara tekanan uap air dan zat cair dengan tekanan uap air dari udara d atas permukaan air.

2. Suhu Udara

Laju emisi dari molekul air dipengaruhi oleh perubahan suhu. Suhu yang tinggi akan membuat energi dari molekul semakin membesar dan laju emisi juga akan ikut membesar. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan percobaan memanaskan air dengan hasil evaporasi akan meningkat seiring dengan meningkatnya suhu di permukaan air. Evaporasi pada dasarnya memerlukan energi panas yang diperoleh dari radiasi matahari.

3. Angin

Kecepatan angin sangat berpengaruh terhadap lahu evaporasi. Semakin tinggi kecepatan angin maka laju erosi juga semakin besar pula.

4. Tekanan Atmosfer

Jumlah molekul udara per-satuan volume meningkat seiring dengan adanya perubahan tekanan. Semakin tinggi tekanan akan memudahkan molekul air masuk ke dalam air. Oleh karena itu evaporasi menurun seiiring dengan meningkatnya tekanan udara.

5. Kualitas Air

Laju evaporasi air garam umumnya lebih kecil dibandingkan wilayah air tawar, hal ini juga berkaitan dengan kenaikan massa beberapa jenis air.

6. Permukaan Bidang Evaporasi

Faktor yang telah disebutkan diatas merupakan faktor yang mempengaruhi evaporasi dari permukaan air bebas (free water surface). Sedangkan evaporasi tanah vegetasinya dipengaruhi oleh faktor yang sama tapi ada pertimbangan khusus, yaitu keadaan tanah dan vegetasi.

Proses Terjadinya Evaporasi

Pengertian Evaporasi, Faktor, Proses, Jenis dan Contoh
Proses terjadinya evaporasi

Memang, rata-rata molekul tidak mempunyai energi yang cukup untuk bisa lepas dari cairan sehingga tidak akan berubah menjadi uap begitu cepat. Saat molekul saling bertabrakan, maka molekul tersebut akan saling bertukar energi tergantung bagaimana proses tabrakannya. Biasanya, transfer energi ini akan berat sebelah, sehingga salah satu molekul tersebut akan mendapat energi yang cukup untuk menembus titik didih cairan. Saat hal ini terjadi di dekat permukaan cairan, maka molekul ini akan terbang ke dalam gas kemudian menguap.

Namun, ada jenis cairan yang terlihat tidak menguap di suhu tertentu dan dalam gas tertentu. Contohnya adalah minyak yang diletakkan pada suhu kamar. Sebenarnya, cairan seperti ini mempunyai molekul yang tidak bisa menghantar energi satu sama lainnya dalam pola yang cukup untuk membuat molekul terlepas. Cairan ini tetap mengalami penguapan, hanya saja prosesnya lebih lambat dan lebih tidak terlihat.

Jenis Evaporasi

Evaporasi memiliki 3 jenis penguapan, yaitu Submerged combustion evaporator, Direct fired evaporator, dan steam heated evaporator. Berikut penjelasannya masing-masing.

  1. Submerged combustion evaporato, yaitu evaporasi yang dipanaskan oleh api yang menyala dibawah permukaan cairan, dimana gas yang panas bergelembung melewati cairan.
  2. Direct fired evaporator, yaitu evaporasi dengan pengapian langsung dimana api dan pembakaran gas dipicahkan dari cairan yang mendidih lewat dinding besi atau permukaan yang dipanaskan.
  3. Steam heated evaporator, yaitu evaporasi dengan pemanasan stero, dimana uap yang dikondensasi adalah sumber panas. Uap yang terkondensasi di satu sisi dari permukaan pemanas dan juga ditransmisi lewat dinding ke cairan mendidih.

Baca juga: Pengertian Kondensasi, Proses, Jenis, dan Contoh

Contoh Evaporasi

Pengertian Evaporasi, Faktor, Proses, Jenis dan Contoh

Selain penjabaran di atas, contoh sederhana dalam proses evaporasi ini adalah terjadinya hujan. Dalam siklus sebelum terjadi hujan, ada proses evaporasi yang turut berperan di dalamnya. Pertama, air yang ada di bumi akan mengalami penguapan atau evaporasi, kemudian mengumpullah menjadi awan. Setelah itu, barulah awan ini akan menjatuhkan tetes-tetes air berupa hujan tersebut ke bumi. Begitu seterusnya.

Dilihat dari definisi evaporasi, proses ini disebut juga dengan fase transisi atau fase peralihan. Di mana, pada fase ini akan terjadi penguapan air yang berubah menjadi gas, kemudian menjadi uap air lagi. Contohnya, saat kita minum air panas dalam sebuah gelas. Proses evaporasi sedang berlangsung di dalamnya, sehingga mengakibatkan air menempel pada dinding gelas.

Selain contoh di atas, ada juga contoh sederhana dari evaporasi yang biasa kita saksikan sehari-hari. Misalnya saja saat kita sedang menanak nasi atau merebus air, maka uap yang dihasilkan adalah hasil dari proses evaporasi tersebut. Karena itu, dalam kehidupan sehari-hari kita memang tidak akan lepas dari proses penguapan. Hal ini juga berpengaruh pada kelembapan bumi, lho! Semakin tinggi tingkat penguapan, maka akan semakin tinggi pula kelembapan di bumi.

Nah, itulah penjabaran dari pengertian evaporasi, proses terjadinya, juga contoh-contoh dari proses evaporasi tersebut. Bagaimana, sudah tidak bingung lagi bukan, tentang materi penguapan ini? Prosesnya ternyata terjadi setiap hari dari mulai yang sederhana sampai yang rumit. Semoga bermanfaat!

Poer
Poer Nothingツ
Poer Nothingツ

Kebiasaan Orang Betawi

Poer Poer
2 min read

Arti Lockdown

Poer Poer
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *