Diferensiasi Sosial

2 min read

Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah? Perbedaan sosial dalam masyarakat merupakan salah satu fondasi terciptanya struktur sosial. Terdapat dua bentuk perbedaan sosial, yaitu perbedaan bersifat horizontal dan vertikal. Perbedaan horizontal biasanya disebut sebagai diferensiasi sosial.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai diferensiasi sosial, bentuk, faktor, ciri-ciri, hakikat, tujuan, dan contoh diferensiasi sosial. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi Sosial

Menurut Kamus Sosiologi, diferensiasi adalah klasifikasi atau penggolongan terhadap perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejenis. Pengertian ini menunjuk pada klasifikasi masayarakat secara horizontal, mendatar, atau sejajar.

Dari klasifikasi tersebut tidak ada golongan yang lebih tinggi daripada golongan lainnya, meskipun dalam kenyataannya terdapat kelompok masyarakat tertentu yang menganggap golongan lebih tinggi daripada lainnya.

Dengan demikian, diferensiasi sosial adalah pembedaan individu atau kelompok dalam masyarakat yang tidak menunjukkan adanya suatu tingkatan (hierarki).

Pengertian Diferensiasi Menurut Para Ahli

Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial adalah variasi pekerjaan, prestise, dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat yang dikaitkan dengan interaksi atau akibat umum dari proses interaksi sosial yang lain.

Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial diakibatkan oleh pola pikir interaksi individu yang memiliki ciri-ciri fisik dan nonfisik berbeda-beda, antara lain sebagai berikut:

  1. Ciri fisik antara lain bentuk daan tinggi tubuh, warna kulit, warna rambut, raut muka, dan lain-lain.
  2. Ciri sosial budaya antara lain kecerdasan, motivasi, dedikasi, minat, dan bakat. Ciri ini dalam lingkup yang lebih luas meliputi bentuk organisasi, kebiasaan, dan sistem nilai budaya lainnya.

Pada masyarakat beragam (plural society), terdapat istilah kemajemukan sosial yang berarti pengelompokan horizonral yang didasarkan pada perbedaan ras, etnis (suku bangsa), klan, dan agama. Adapun heterogenitas sosial merupakan pengelompokkan berdasarkan perbedaan profesi dan jenis kelamin.

Faktor Penyebab Diferensiasi Sosial

Diferensiasi Sosial

Adapun faktor-faktor penyebab diferensiasi sosial adalah sebagai berikut:

  1. Faktor agama. Yaitu faktor yang paling mempengaruhi norma dan nilai, karena di setiap agama berbeda pandangan dan ibadahnya.
  2. Faktor lingkungan. faktor lingkungan pun berperan dalam pembedaan nilai dan norma setiap daerah.
  3. Faktor adat istiadat. Yaitu nilai yang tidak bersifat universal artinya tidak untuk setiap masyarakat menerima nilai tersebut, sehingga nilai antara suatu daerah dengan daerah lainya berbeda-beda.
  4. Faktor tradisi/budaya. Budaya di dalam suatu masyarakat berbeda-beda, begitu pun juga norma dan nilai di dalam suatu masyarakat berbeda-beda, jadi hubungan antara budaya dan nilai yaitu suatu norma di dalam suatu masyarakat memiliki perbedaan masing-masing.
  5. Faktor Suku. Suku-Suku Di Indonesia Bermacam-Macam Ada Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Minang, dsb. Setiap suku memiliki nilai dan norma yang berbeda-beda.

Tujuan Diferensiasi Sosial

Tujuan Diferensiasi sosial adalah untuk menunjukkan adanya keragaman dalam suatu lingkungan masyarakat yang ada di suatu wilayah. Kebalikan dari diferensiasi sosial adalah Stratifikasi Sosial.

Hakikat Diferensiasi Sosial

Diferensiasi Sosial merupakan perbedaan yang ada di masyarakat secara horizontal, tanpa disertai perbedaan derajat atau tingkatan. Adapun hakikat diferensiasi sosial adalah bahwa manusia sejatinya memiliki perbedaan namun bukan berarti memiliki perbedaan derajat.

Dasar Terbentuknya Diferensiasi Sosial

Adapun dasar pembentukan diferensiasi sosial adalah sebagai berikut:

  1. Persamaan dari bahasa daerah.
  2. Penafsiran norma-norma dan kebudayaan yang sama.
  3. Kesamaan adat istiadat.
  4. Kesamaan tipe fisik.

Contoh Diferensiasi Sosial

Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial ialah proses pembedaan masyarakat ke dalam suatu struktur sosial yang bersifat horizontal. Adapun contoh diferensiasi sosial adalah sebagai berikut:

  • Ras: Ras Negroid, Ras Kaukasoid dan Ras Asiatik Mongoloid.
  • Suku: Jawa, Sunda, Papua, Kalimantan, dan lain-lain.
  • Agama: Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan lain-lain.
  • Jenis Kelamin: Perempuan dan laki-laki.
  • Profesi: Ketua RT, dokter, polisi, petani, peternak, dan lain-lain.
  • Klan: Matrilineal (Minang), Patrilineal (Batak) .
  • Partai: Golkar, Demokrat, PDI-P, dan lain-lain.

Nah, itulah penjelasan lengkap tentang diferensiasi sosial beserta ciri-ciri, faktor penyebab, tujuan, hakikat, dan contoh diferensiasi  sosial. Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang salah satu materi Sosiologi dalam Bab diferensiasi sosial dan semoga bermanfaat.

Poer
Poer Nothingツ
Poer Nothingツ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *