Candi – Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsi

1 min read

Candi - Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsi

Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha terhadap Seni Bangunan (Arsitektur),- Kebudyaan Hindu-Buddha yang datang dari India berpengaruh besar terhadap seni bangunan (arsitektur) di Indonesia. Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha terhadap seni bangunan di Indonesia yang masih dapat dinikmati sekarang hanyalah yang terbuat dari batu dan bata.

Bangunan ini erat hubungannya dengan hal keagamaan sehingga bersifat suci. Bangunan dari batu dan bata yang paling menonjol dan mendapat pengaruh dari Hindu-Buddha dan mendapat pengaruh dari Hindu-Buddha yang ditemukan di Indonesia adalah candi.

Pengertian Candi

Nama candi berasal dari salah satu nama dewi Durga sebagai dewi kematian, yaitu Candika. Candi adalah bangunan yang berfungsi untuk mengenang raja dan orang-orang terkemuka yang telah meninggal. Yang dikuburkan dalam candi bukanlah mayat atau abu jenazah kerabat kerajaan tersebut, namun berupa pripih atau benda-benda peninggalan orang yang telah meninggal tersebut.

Misalnya, perhiasan dan benda-benda pusaka. Untuk mengenang raja yang telah meninggal tersebut didirikanlah bangunan candi untuk menyimpan pripih raja. Selain itu, dibuatlah sebuah arca di dalam candi yang menggambarkan raja tersebut sebagai titisan dewa.

Fungsi Candi (Hindu-Buddha)

Candi - Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsi

Fungsi candi sebagai bangunan untuk mengenang para raja dan orang-orang terkemuka yang telah meninggal hanya dikenal dalam agama Hindu. Fungsi candi dalam agama Buddha adalah tempat upacara keagamaan. Bangunan candi terdiri dari  atas bagian kaki, tubuh, dan atap. Kaki candi berbentuk bujursangkar dan dapat dinaiki melalui tangga menuju bagian dalam candi.

Tubuh candi berisi sebuah ruang untuk menyiman acra yang menghadap ke arah pintu masuk candi. Selain itu, di setiap sisi dinding tubuh candi terdapat relung-relung untuk menyimpan arca. Atap candi terdiri dari tiga tingkat yang semakin mengecil hingga puncak yang berbentuk genta.

Perbedaan Candi Jawa Tengah dan Jawa Timur

Pembangunan candi yang berlangsung sejak abad ke-8 sampai awal abad ke-16 terpusat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Oleh karena itu, lahirlah gaya bangunan candi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut R. Soekmono, candi-candi peninggalan masa Hindu-Buddha di Indonesia dibagi menjadi tiga kelompok antara lain.

  1. Kelompok candi di Jawa Tengah bagian utara (aliran Hindu Syiwa).
  2. Kelompok candi di Jawa Tengah bagian selatan (aliran Buddha).
  3. Kelompok candi di Jawa Timur dan luar jawa (campuran Hindu Syiwa dan Buddha).

Bentuk candi Jawa Tengah bagian utara dan Jawa Tengah bagian selatan tidak memiliki banyak perbedaan. Namun, bangunan Jawa tengah bagian selatan terkesan lebih mewah dibanding dengan candi Jawa tengah bagian utara.

Ciri-Ciri Candi Jawa Tengah dan Jawa Timur

Ciri-ciri bangunan candi Jawa tengah adalah bangunanya besar, atapnya berundak-undak, terdapat hiasan makara (kepada raksasa pada pintu candi, letak candi di tengah halaman kompleks percandian, dan bentuk arca dipahat lebih luwes.

Ciri bangunan candi jawa Timur adalah bangunanya ramping, bentuk arcanya kaku, letak candi berada di belakang halaman kompleks percandian, dan pada pintu candi tidak terdapat hiasan makara.

Nah, itulah dia artikel tentang pengertian candi beserta fungsi candi, ciri-ciri candi, dan perbedaan candi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Demikian artikel yang dapat kami bagikan tentang salah satu materi sejarah Indonesia, sekian dan semoga bermanfaat.

Poer
Poer Nothingツ
Poer Nothingツ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *