Arti Al-Karim

2 min read

Arti Al-Karim

Arti Al-Karim

Secara bahasa, Al-Karim (الْكَرِيْمُ) berarti Yang Maha Mulia, Yang Maha Dermawan atau Yang Maha Pemurah. Secara istilah, Al-Karim berarti Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Pemurah yang memberi anugerah atau rezeki kepada semua makhluk-Nya. Dapat juga diartikan sebagai zat yang banyak memiliki kebaikan, Maha Pemurah, pemberi nikmat dan keutamaan, baik ketika diminta maupun tidak.

Al-Karim juga berarti Maha Pemberi, karena Allah Swt. senantiasa memberikan segala sesuatu yang diperlukan makhluk hidup di muka bumi ini. Oleh karena itu, manusia tidak boleh sombong dengan apa yang dimilikinya karena semua itu adalah pemberian Allah Swt.

Al-Karim juga dimaknai Yang Maha Pemberi Maaf. Allah Swt. senantiasa memaafkan dosa para hamba yang lalai dalam menunaikan kewajiban kepada Allah Swt. kemudian ia bertobat. Allah Maha Pengampun, Dia akan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya jika mau bertaubat.

Al-Karim terdapat dalam Al-Qur’an dalam surat sebagai berikut.

Surat An-Naml ayat 40

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

Arab Latin: Qālallażī ‘indahụ ‘ilmum minal-kitābi ana ātīka bihī qabla ay yartadda ilaika ṭarfuk, fa lammā ra`āhu mustaqirran ‘indahụ qāla hāżā min faḍli rabbī, liyabluwanī a asykuru am akfur, wa man syakara fa innamā yasykuru linafsih, wa mang kafara fa inna rabbī ganiyyung karīm

Artinya:

“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (Q.S. An-Naml, 27:40)

Tafsir Surat An-Naml Ayat 40

Nabi Sulaiman rupanya menginginkan lebih cepat dari itu, lalu tampillah seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab, yaitu kitab-kitab sebelum Nabi Sulaiman seperti kitab Taurat dan Zabur, menawarkan dirinya dan berkata, Wahai Sulaiman! Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip, setelah memandangi sesuatu benda yang jauh dengan mata yang terbelalak.

Maka ketika dia, Sulaiman, melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata dengan hati penuh syukur, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmat-Nya.

Baca: Arti Al-Aziz

Barangsiapa bersyukur,dengan hatinya melalui pengakuan yang tulus, atau lisan-nya melalui ungkapan tahmid, tasbih atau lainnya atau melalui anggota tubuh yang lainnya dengan menggunakan kenikmatan itu untuk mencari rida Allah, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri, karena Allah akan menambahkan banyak lagi kenikmatan kepadanya dan barangsiapa ingkar terhadap nikmat-Nya seperti menganggap nikmat yang diperolehnya karena jerih payahnya saja atau menggunakannya untuk kemaksiatan, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, tidak membutuhkan apa pun, bahkan sebaliknya semua makhluk membutuhkan-Nya, serta Mahamulia tidak pernah melakukan sesuatu yang tak terpuji.” (Tafsir oleh Kementrian Agama)

Surat Al-Infitar Ayat 6

يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

Latin: Yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm
Artinya: “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.”

Tafsir Surat Al-Infitar Ayat 6

Malaikat menyeru penuh heran, “Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu sehingga berbuat durhaka terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia, padahal Dialah yang telah menciptakanmu, memeliharamu, mendidikmu, dan menjadikanmu makhluk terbaik?” (Tafsir oleh Kementrian Agama Kemenag)

Hikmah Mengimani Al-Karim

Adapun hikmah atau manfaat mengimani sifat Allah Swt. Al-Karim adalah sebagai berikut.

  1. Menanamkan sifat mulia dalam diri seorang muslim, karena Allah Mahamulia mencintai orang yang bersifat mulia.
  2. Menumbuhkan rasa cinta yang dalam diri seorang muslim kepada Allah, karena Allah bersifat Maha Pemurah. Allah memberi nikmat tanpa batas kepadanya meskipun tanpa diminta.
  3. Menanamkan sifat pemurah dalam diri seorang muslim, karena di antara makna Al Kariim“Maha Pemurah“. Tentu Allah amat mencintai orang yang bersifat pemurah. Dan Allah membeci orang yang bersifat kikir.
  4. Wajibnya memuliakan kitab Allah yaitu Al-Qur’anul Karim. Karena, Al-Quran adalah KalamAllah yang mulia. Yang diturunkan melalui perantara malaikat yang mulia kepada Rasul yang mulia.
  5. Orang yang membaca yaa Kariim sebanyak 270 kali setiap hari akan terbebas sama sekali dari utang mereka.
  6. Barang siapa memperbanyak dzikir dengan Asma Allah ini ketika hendak tidur dan dilakukan secara rutin, maka Allah akan menanamkan sifat Karim kedalam hati orang – orang arif.
  7. Barang siapa membaca astaghfirullaah yaa Kariim sering kali merasa aman dari hukuman Allah dan mengharapkan ampunan-Nya

Referensi

https://brainly.co.id/tugas/20584097
https://tafsirweb.com/6904-surat-an-naml-ayat-40.html
https://tafsirweb.com/12220-surat-al-infitar-ayat-6.html

Poer
Poer Nothingツ
Poer Nothingツ

Arti Al-Bashir

Poer Poer
2 min read

Arti Al-Wahhab

Poer Poer
1 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *